Ambon,CahayaMediaTimur.com-Untuk diketahui laporan terbaru yang dirilis oleh badan PBB untuk penanganan HIV/AIDS, UNAIDS, menunjukkan data yang cukup memprihatinkan mengenai perkembangan kesehatan seksual di tanah air.
Adapun jumlah Orang yang Hidup dengan HIV (ODHIV) di Indonesia diperkirakan telah mencapai angka kisaran 570.000 jiwa. “Angka akumulatif yang sangat besar ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban kasus HIV tertinggi di kawasan Asia Tenggara, dimana mayoritas penderita dilaporkan berada pada kelompok usia produktif dan didominasi oleh populasi laki-laki dewasa.
Meskipun demikian,dalam beberapa tahun terakhir sempat dilaporkan adanya tren penurunan pada temuan kasus infeksi baru di beberapa wilayah, proses penanganan epidemi ini dinilai masih menghadapi hambatan yang sangat kompleks.
Adapun salah satu isu utama yang disoroti oleh para pakar kesehatan adalah masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tes kesehatan sejak dini.
“Kemudian dari total estimasi kasus yang ada, baru sebagian penderita yang mengetahui status kesehatannya secara pasti, sementara sisanya diperkirakan belum terdeteksi sistem informasi kesehatan nasional akibat kuatnya stigma sosial buruk yang melekat pada penyakit ini.
Stigma negatif dan diskriminasi yang masih berkembang subur di tengah lingkungan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat banyak orang enggan memeriksakan diri atau enggan melanjutkan pengobatan terapi antiretroviral (ARV).
Padahal, deteksi dini sangat krusial untuk mencegah perkembangan virus menjadi fase AIDS dan menekan angka kematian tahunan yang dipicu oleh infeksi oportunistik seperti tuberkulosis (TB).
UNAIDS bersama Kementerian Kesehatan terus mendorong perluasan akses layanan tes gratis dan pengobatan yang inklusif tanpa diskriminasi, guna memutus mata rantai penularan dan mencapai target eliminasi HIV pada masa mendatang.
Untuk diketahui kota Ambon pada tahun 2026 terhitung dari bulan Januari:52 Kasus
Pebruari:10 Kasus
Maret 21 kasus baru(terakumulasi menjadi 83 Kasus)
Sumber data SIHA 2.1 Dinkes Provinsi Maluku tahun 2025-2026 menyebutkan, ada temuan 171 kasus penyebaran HIV/AIDS pada 11 kabupaten/kota di Maluku, untuk triwulan pertama di tahun ini. Dimana Kota Ambon menduduki posisi tertinggi tingkat penyebaran virus tersebut, di angka 83 kasus.
Disusul Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 25 kasus, Kabupaten Kepulauan Aru 15 kasus, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 10 kasus, Kabupaten Maluku Tenggara Raya (Malra) 10 kasus, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 8 kasus, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) 5 kasus, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) 4 kasus, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) 4 kasus, Kota Tual 4 kasus dan Kabupaten Buru 3 kasus.
Sementara itu, jumlah kasus HIV/ADIS sejak tahun 1994 hingga 2025 kemarin, secara komulatif berjumlah 10.022 kasus. DImana jumlah HIV ada di angka 8.241 kasus dan jumlah AIDS 1.781 kasus.
Kemudian, untuk jumlah kasus HIV-AIDS berdasarkan jenis pekerjaan di Provinsi Maluku untuk tahun 2025, jika diurutkan berdasarkan angka kasus tertinggi, yakni tidak bekerja ada 151 kasus, Ibu Rumah Tangga (IRT) 77 kasus, anak sekolah/mahasiswa 52 kasus.
Untuk pegawai/karyawan 42 kasus, petani 25 kasus, wiraswasta 22 kasus, ASN 17 kasus, penjaja seks 9 kasus, buruh kasar 7 kasus, tenaga profesi non medis 4 kasus, Sopir 4 kasus, Polri 3 kasus, nelayan 3 kasus dan TNI 1 kasus.
Kemudian“untuk data tersebut, KPA Provinsi Maluku akan fokus pada dua isu, yaitu pemberdayaan Orang Dengan HIV/AIDS (tenaga pendamping), Selamatkan Generasi Muda dari IMS, HIV/AIDS.(Red)




