Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Pada Sabtu (12/9), jajaran Lapas Wahai bersama Warga Binaan memanen 17 kilogram tomat dari kebun hidroponik yang dikembangkan di lingkungan Lapas.
Kegiatan tersebut dilakukan sekaligus sebagai pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomis. Buah tomat yang dipanen terlihat matang pada sejumlah tanaman yang telah dirawat secara rutin oleh Warga Binaan.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan hasil panen tersebut menjadi bukti program pembinaan dapat memberikan hasil nyata. “Panen 17 kilogram tomat ini merupakan hasil dari ketekunan dan kerja sama jajaran Lapas dengan Warga Binaan. Kami berharap kegiatan pertanian ini terus berkembang sehingga menjadi bekal keterampilan bermanfaat bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan sebelumnya perawatan tanaman dilakukan berkelanjutan mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga masa panen. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif dalam pembinaan kemandirian. Melalui kebun hidroponik, mereka tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami proses produksi hingga menghasilkan komoditas bernilai ekonomi,” tambahnya.
Salah satu Warga Binaan, SP, senang melihat hasil kerja keras mereka dapat dipanen. “Kami senang karena tanaman yang dirawat setiap hari akhirnya bisa menghasilkan. Dari kegiatan ini, kami belajar bagaimana merawat tanaman dengan baik dan bekerja bersama sampai mendapatkan hasil,” ungkapnya.
Panen tomat di musim kemarau ini menjadi salah satu capaian positif pembinaan kemandirian di Lapas Wahai. Ke depan, program pertanian diharapkan terus dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan sebagai upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah menjalani masa pidana.




