Tual,CahayaMediaTimur.com-Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi 25 tahun perjalanan Imamat Uskup Diosis Amboina, Mgr. Zeno Ngutra, PR. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut merupakan panggilan suci sekaligus wujud pengabdian dalam melayani Tuhan dan umat.
Hal itu disampaikan Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku,Drs. Titus F.L Renwarin pada perayaan Hari Ulang Tahun Imamat ke-25 Mgr. Zeno Ngutra bertempat di Kota Tual, Selasa, 6 September 2026.
Gubernur menilai, perjalanan Imamat selama seperempat abad patut disyukuri karena menjadi bagian dari karya ilahi dalam pelayanan kepada umat.
“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan spiritual sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku, kata Gubernur, akan terus membuka ruang kolaborasi dan kerja sama dengan para pemimpin agama dalam memperkuat landasan spiritual masyarakat.
Menurutnya, sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan pemimpin rohani akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kemajuan daerah serta masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Lewerissa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Keuskupan Amboina atas dukungan serta doa yang terus mengiringi perjalanan panggilan Imamat Mgr. Zeno Ngutra selama 25 tahun.
Ia berharap momentum perayaan tersebut semakin menguatkan Mgr. Zeno Ngutra dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh komunitas keuskupan serta terus menghadirkan berkat bagi keluarga dan masyarakat Maluku.
Menutup sambutannya, Gubernur Lewerissa menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat.
Pertama, Gubernur menyoroti maraknya praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat menjerumuskan generasi muda menuju kehancuran masa depan.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan peran imam, pastor, suster, dan frater dalam membimbing umat, khususnya generasi muda.
Kedua, Gubernur mengajak umat menjadikan gereja sebagai pusat peradaban, pembinaan akhlak, serta kajian iman Kristiani.
Ketiga, ia mendorong peningkatan sinergitas antarumat dan tokoh agama dalam menjaga kedamaian serta ketertiban sosial di tengah masyarakat.
Gubernur berharap seluruh pemimpin agama dan masyarakat terus memperkuat kebersamaan, sehingga kehidupan sosial di Maluku tetap terjaga dalam suasana damai, harmonis, dan saling menghormati.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing dan menyertai kita, kini dan sampai selama-lamanya,” tutup Gubernur.
Hadir Pada Kesempatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara Haji M. Thaher Hanubun, Walikota Tual Haji Akhmad Yani Renuat, Uskup Diosis Amboina MGR. Zeno Ngutra, Forkopimda Maluku Tenggara dan Kota Tual, Para Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Pimpinan Organisasi Masyarakat, Para Pastor, Suster, Frater, Dewan Pastoral Paroki, Pimpinan Kelompok Kategorial serta tamu undangan lainnya.




