Ambon,CahayaMediaTimur.com-Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., mengapresiasi peran pemuda dalam mendorong pembangunan nasional maupun daerah. Menurutnya, pemuda saat ini memiliki kualitas sumber daya manusia yang semakin baik, didukung oleh pendidikan dan keterampilan yang terus berkembang.
Hal ini disampaikan Pangdam kepada awak media usai menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di halaman Kantor Gubernur Maluku,pada Rabu (28/10/2026).
Ia berharap, potensi dan keterampilan yang dimiliki generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah, sekaligus mengambil bagian dalam mendukung dan mengawal proses pembangunan.
“Kita sangat mengapresiasi peran pemuda dalam mendorong pembangunan nasional maupun daerah. Dengan kualitas sumber daya manusia pemuda sekarang yang semakin baik, harapan kita mereka bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan ikut ambil bagian dalam mendukung maupun mendampingi pembangunan,” ujarnya.
Pangdam juga menegaskan, TNI mendukung keterlibatan generasi muda, khususnya di Kota Ambon, dalam berbagai aspek pembangunan. Ia menilai pemuda Ambon memiliki karakter kreatif, kritis, serta berani menyampaikan pandangan terhadap pembangunan yang sedang berjalan.
“Kami dari TNI sangat mendukung dan bangga dengan pemuda-pemuda Ambon yang luar biasa, kreatif, kritis, dan ikut memberikan kritik terhadap pembangunan yang ada,” katanya.
Selain menyoroti peran pemuda, Pangdam XV/Pattimura juga menyampaikan perkembangan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Maluku di tengah fenomena El Niño yang menyebabkan kondisi cuaca kering berkepanjangan.
Menurutnya, hujan mulai turun di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir menjadi perkembangan positif dalam membantu penanganan kebakaran dan mengurangi dampak asap.
“Alhamdulillah, beberapa hari ini sudah turun hujan di sejumlah daerah, sehingga kasus asap dan kebakaran hutan secara bertahap mulai bisa diatasi. Namun, semuanya masih berproses,” tambahnya.
Dirinya mengatakan, fenomena alam tersebut memiliki siklus yang biasanya berlangsung dalam rentang beberapa tahun. Namun, kondisi yang terjadi kali ini dirasakan cukup berkepanjangan sehingga membutuhkan perhatian bersama.
Pangdam berharap, dampak kebakaran hutan dan lahan di wilayah Maluku tidak meluas dan dapat ditangani dengan baik. Ia juga mengapresiasi upaya doa bersama yang dilakukan masyarakat melalui gereja maupun masjid, termasuk pelaksanaan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.
“Kita sudah berdoa bersama, baik di gereja maupun di masjid melalui salat istisqa, agar hujan turun. Alhamdulillah, Tuhan telah memberikan rahmat-Nya. Mudah-mudahan dampak kebakaran hutan di Maluku tidak terlalu signifikan dan seluruhnya dapat diatasi dengan baik,” pintanya.




