Ambon,CahayaMediaTimur.com-Perkembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini mulai mengakar di Maluku. SMA Kristen YPKPM Ambon resmi menggelar Soccer Robotic Competition pada Jumat (30/10/2026). Ajang ini menjadi sejarah baru lantaran untuk pertama kalinya kompetisi sepak bola berbasis robot diselenggarakan di Kota Ambon.
Perhelatan yang dibuka langsung oleh Ketua Komite SMA Kristen YPKPM Ambon, Dr. Michael Wattimena, SE, SH, MM, ini menyedot antusiasme tinggi. Sebanyak 54 peserta ambil bagian, yang terdiri dari 28 siswa internal sekolah serta 26 peserta luar yang mewakili 26 jenjang SMP dan SMA se-Kota Ambon.
Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM Ambon, Donald Wolter Dias, S.Hut, mengungkapkan bahwa kompetisi ini dirancang untuk memperkenalkan era robotika kepada civitas akademika dan pelajar luas. Meski dikemas lewat permainan interaktif, ajang ini sarat nilai edukasi seperti melatih kerja sama tim, pembentukan strategi, hingga ketangkasan mengendalikan perangkat.
“Untuk tahap awal, fokus kami ada pada soccer robotic yang mengandalkan format permainan dua lawan dua. Ini membutuhkan koordinasi dan konsentrasi tinggi tinggi. Kami belum melangkah ke kompetisi pemrograman secara langsung karena itu memerlukan pendampingan yang lebih intensif,” ujar Dias.
Dias menambahkan,
terobosan ini tak lepas dari dukungan berkelanjutan dari Michael Wattimena. Alumni sekolah di kawasan Urimesing tersebut dinilai konsisten memberikan sokongan, termasuk mengantarkan siswi SMA Kristen YPKPM meraih medali perak dan perunggu pada kategori coding mission dan creative robot di Malaysia.
Melihat besarnya potensi siswa serta masuknya materi robotika ke dalam kurikulum, pihak sekolah memproyeksikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan. Pada momentum HUT ke-70 SMA Kristen YPKPM mendatang, sekolah berencana menggelar sarasehan dan workshop edukasi robotika guna merangkul lebih banyak sekolah di Maluku.
Di sisi lain, Dr. Michael Wattimena dalam amanatnya menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi generasi muda daerah agar tidak sekadar menjadi penonton di era digital.
“Dunia sedang berubah pesat. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pemain utama dan pencipta teknologi yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tegas Wattimena yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM RI serta Komisaris PT Pertamina International Shipping tersebut.
Mantan Wakil Ketua Komisi IV dan V DPR RI ini mengapresiasi tinggi raihan prestasi internasional yang telah dicapai para siswa. Menurutnya, kegagalan dalam proses merancang atau mengoperasikan robot bukanlah akhir, melainkan bagian dari pembenahan menuju keberhasilan. Ia pun membagikan tiga kunci utama bagi para peserta: Dream Big, Work Hard, Never Give Up (Bermimpi Besar, Bekerja Keras, dan Pantang Menyerah).
Untuk di ketahui, turut hadir pada kesempatan itu yakni jajaran perwakilan Yayasan YPKPM, pengurus komite, dewan guru, serta para guru pendamping dan siswa dari berbagai sekolah peserta.




