Piru,CahayaMediaTimur.com-Ratusan anak sekolah di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengalami keracunan, yang diduga terjadi setelah mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), pada Senin (20/10/2025).
Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh ini dilapangan, ratusan siswa dari jenjang TK, SD dan SMA di Kecamatan Kairatu, tiba-tiba dilarikan ke Puskesmas Kairatu guna mendapatkan penanganan medis.
Dari beberapa sumber diketahui, para siswa yang mengalami keracunan makanan yang diduga dari MBG tersebut berasal dari SD Inpres Talaga Ratu, Madrasah Iptidayah Negeri (MIN) 2 Waimital, TK Cemara Kairatu, Madrasah Aliyah Waimital, dan SMA Negeri 1 Seram Barat.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi terkait penyebab keracunan. Namun beberapa sumber menyebut, para siswa mulai merasa mual, muntah, pusing disertai diare, setelah mengkonsumsi minuman dari MBG.
Dan menurut informasi yang diterima redaksi di lapangan, MBG yang dikonsumsi para siswa hingga mengalami gejala keracunan berasal dari Dapur MBG di Desa Waimital, yang dikelola oleh orang yang disebut-sebut bernama Eko.
Sementara itu terkait data resmi jumlah anak-anak yang mengalami keracunan menurut Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, sebanyak 232 anak yang dinyatakan mendapat perawatan medis di Pukesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan, S.KM, yang dikonfirmasi via telpon merinci, sebanyak 158 anak mendapat perawatan di Puskesmas Kairatu.
“Kemarin (Senin) sampai pagi tadi, 92 orang dan masih di rawat dua orang. Pagi sampai saat ini 66 orang yang di rawat. Satu orang dirawat dirumah yaitu guru,” terang Kadis, Selasa (21/10/2025).
Sedang di Puskemas Waimital, lanjut Kurniawan, sejak hari Senin sampai Selasa pagi, sebanya 59 orang dan ditambah lagi 15 orang, sehingga total 74 orang yang dirawat.
“Namun dari laporan pihak Puskesmas Waimital, semuanya sudah pulang. Dimana totalnya ada 74 orang,” paparnya.
Terkait dengan peristiwa ini, beberapa pihak meminta perhatian serius dari pemeritah, baik kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, agar hal ini tidak terulang




