Gaspersz Resmi Dilantik Menjadi Rektor UKIM

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang baru Pdt. Dr. Steve Gerardo Christoffel Gaspersz resmi dilantik sebagai Rektor periode 2025–2029.

Pelantikan yang berlangsung di Kampus UKIM, Talake, Ambon, dihadiri civitas akademika, pimpinan gereja, tokoh pendidikan, serta undangan lainnya.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Pembina Yaperti–GPM Nomor 03/YAPERTI.PB/SK/XI/2025, menandai berakhirnya masa kepemimpinan sementara dan dimulainya periode transformasi baru di kampus tersebut.

Ketua Sinode GPM sekaligus Pembina Yaperti–GPM, Pdt. Z.A. Sapulette,dalam sambutannya menegaskan bahwa UKIM harus mempertahankan identitasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi Kristen yang kontekstual, berakar pada budaya Maluku, namun adaptif terhadap perubahan global.

Dikatakan, tantangan UKIM bukan hanya membangun reputasi akademik, tetapi juga memelihara integritas, karakter, dan etika sebagai bagian dari peradaban masyarakat Maluku. Karena itu, ia meminta seluruh unsur kampus — mulai dari senat, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa — bersatu mendukung rektor dalam mewujudkan visi kelembagaan, tekan Sapulette.

Menurutnya, “Rektor tidak dapat berjalan sendiri. Semua elemen harus dilibatkan, termasuk mereka yang kemarin tidak terpilih. Kepemimpinan UKIM harus menjadi ruang perjumpaan, bukan perpisahan,” tegasnya.

Sedangkan dalam pidato perdananya, Rektor Steve Gaspersz menyampaikan visi besar tentang UKIM sebagai “baileo keilmuan” — rumah bersama yang memanggil kembali identitas ke-Maluku-an, merawat nilai budaya, serta membangun “batu pamali etika kesarjanaan” sebagai dasar peradaban akademik.

Ia menyampaikan,bahwa masa kepemimpinannya bukan sekadar melanjutkan program sebelumnya, tetapi juga melakukan evaluasi kritis terhadap Tridarma Perguruan Tinggi—pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—agar UKIM tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh relevan dengan tuntutan zaman.

“Perjalanan ini bukan euforia. Ada banyak tantangan, tetapi dengan kerja keras, disiplin, dan komitmen, kita akan membangun UKIM menjadi lembaga akademik yang tidak hanya dikenal di Maluku, tetapi juga di tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.

Gaspersz menegaskan bahwa pengembangan UKIM bukan diukur dari banyaknya program studi baru, tetapi dari kualitas dan tata kelola prodi yang sudah ada. Ia ingin membenahi struktur, kualifikasi dosen, dan mutu layanan pendidikan sebelum memperluas institusi.

Kata dia“Kita jangan tergoda menambah program studi baru kalau yang ada saja belum kita urus dengan sempurna. Benahi dulu, baru berkembang,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, ia akan menyusun perangkat pimpinan — wakil rektor, dekan, serta pimpinan lembaga — sebagai pondasi pelaksanaan program strategis.

Pelantikan ini menegaskan bahwa arah pembangunan UKIM ke depan bukan hanya akademik, tetapi juga spiritual, kultural, dan sosial. Sinode GPM menginginkan UKIM menjadi lembaga yang melahirkan ilmuwan yang bermoral dan berakar pada nilai religius, sementara Rektor baru mendorong UKIM menjadi pusat pemikiran, inovasi, dan dialog keilmuan yang terbuka bagi dunia.

Dengan semangat tersebut, UKIM resmi memasuki periode kepemimpinan baru yang diharapkan bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi transformasi identitas, kualitas, dan peran peradabannya di Maluku dan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.