Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan kegiatan penyaluran baju batik kepada warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan sarana pembinaan kepribadian. Kegiatan ini merupakan serah terima lanjutan dari penyerahan sebelumnya oleh Pengelola Barang Milik Negara (BMN) Lapas Saparua, F. Y. Pesurnay, kepada Kepala Subseksi Pembinaan, Ellen D. Anakotta, Senin (15/12).
Penyaluran baju batik tersebut dilaksanakan di ruang pembinaan dan dipimpin langsung oleh Kasubsi Pembinaan Ellen D. Anakotta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pantauan petugas pengamanan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama proses penyerahan kepada warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubsi Pembinaan Ellen D. Anakotta menyampaikan bahwa penyaluran baju batik merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran pelaksanaan program pembinaan di Lapas Saparua, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat formal dan terjadwal.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami dalam mendukung proses pembinaan melalui penyediaan sarana yang layak dan sesuai kebutuhan. Baju batik ini nantinya akan digunakan dalam kegiatan-kegiatan formal dan pembinaan tertentu di dalam lapas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ellen menjelaskan bahwa penggunaan baju batik dalam kegiatan formal memiliki nilai pembinaan tersendiri. Melalui pemakaian pakaian yang seragam dan rapi, warga binaan dibiasakan untuk memahami etika, tata tertib, serta tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh lapas. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk sikap disiplin dan kesiapan mental warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Menurutnya penyaluran baju batik ini juga merupakan bagian dari pemanfaatan BMN secara tepat guna dan berkelanjutan. Seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi agar sarana pembinaan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat sasaran. Ia berharap fasilitas pembinaan yang diberikan dapat mendukung terciptanya suasana pembinaan yang tertib dan positif.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa pemenuhan sarana pembinaan merupakan salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan pembinaan kepribadian warga binaan. Menurutnya, kesiapan sarana yang memadai akan membantu warga binaan mengikuti setiap kegiatan pembinaan secara lebih terarah.
“Pembinaan tidak hanya berbicara tentang program, tetapi juga tentang kesiapan sarana yang mendukung pelaksanaannya. Melalui fasilitas pembinaan yang memadai, warga binaan diharapkan lebih siap mengikuti setiap tahapan pembinaan secara tertib dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kalapas juga mengapresiasi sinergi antara pengelola BMN dan jajaran pembinaan yang telah memastikan penyaluran baju batik berjalan sesuai prosedur. Ia berharap pemenuhan sarana pembinaan dapat terus ditingkatkan guna mendukung pembinaan yang berkelanjutan di Lapas Kelas III Saparua.




