Namlea,CahayaMediaTimur.com-Tahun 2026 menjadi momentum bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan salah satunya dengan menambah kluster perikanan budidaya ikan lele. Hal itu diupayakan Lapas Namlea dengan menyiapkan lahan 2 x 4 m atau 8 m2, Senin (19/1).
Terletak berdampingan dengan kolam ikan nila, Kepala Lapas Namlea mengatakan penyiapan lahan ini merupakan salah satu target Lapas Namlea dalam mendukung 15 program aksi kementerian imigrasi dan pemasyarakatan yang kini tidak hanya menitikberatkan sektor pertanian tetapi dalam bidang peternakan dan perikanan.
“Di tahun ini kita berupaya untuk memperluas sektor pembinaan kita khususnya dalam bidang perikanan khusus budidaya lele. Penambahan ini selaras dengan program kementerian yang berfokus dalam mengembangkan sektor pembinaan kemandirian dan perwujudan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” jelas Marasabessy.
Ia menambahkan, penyiapan lahan dilakukan sebagai tahap awal dan selanjutnya Lapas Namlea akan menjalin koordinasi dengan dinas terkait dalam hal tahapan dan proses budidayanya.
“Kita tentukan luas dan penempatan lahannya dulu dengan umuran 8 m2. Ukuran ini kami pilih untuk budidaya skala kecil dan menengah yang akan diisi oleh ikan berkisar 100 hingga 150 ekor lele. Agar menjamin kelancaran budidaya kita juga akan menjalin komunikasi dengan Dinas Perikanan untuk edukasi pembudidayaannya,” tambah Marasabessy.
Menurut Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, perluasan bidang pembinaan ini nantinya akan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan keahlian dan keterampilan warga binaan. “Warga binaan yang tergabung dalam kelompok budidaya ikan (pokdakan) tidak hanya memiliki skil dalam membudidayakan ikan nila tapi juga ikan lele nantinya,” ujar Mustafa.




