Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali petik hasil dari program pembinaan kemandirian melalui panen kangkung hidroponik yang dilaksanakan di area pembinaan, Rabu (28/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak langsung bagi Warga Binaan.
Panen kangkung hidroponik melibatkan Warga Binaan yang secara aktif mengikuti program pertanian hidroponik. Dari hasil perawatan dan pendampingan berkelanjutan oleh petugas pembinaan, panen kali ini menghasilkan sebanyak 15 ikat kangkung siap konsumsi.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa program hidroponik dirancang sebagai sarana pembinaan kemandirian yang berorientasi pada penguatan keterampilan dan karakter Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Harapannya, keterampilan hidroponik yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw, yang menilai program hidroponik turut memberikan dampak positif terhadap sikap dan mental Warga Binaan.
“Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan sayuran segar, tetapi juga melatih kesabaran, kerja sama, serta meningkatkan rasa percaya diri Warga Binaan,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia menilai pelaksanaan pembinaan di Lapas Wahai sejalan dengan arah kebijakan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pembinaan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial.
“Kami mendukung penuh pembinaan kemandirian seperti ini. Lapas Wahai telah menunjukkan komitmen menghadirkan pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi Warga Binaan,” tegasnya.
Hasil panen kangkung hidroponik tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Lapas Wahai dan diharapkan dapat menjadi pemicu pengembangan program pembinaan kemandirian lainnya secara berkelanjutan.




