Maspaitela: Sampah Bukan Soal Kotor, Tapi Soal Hati

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Di bawah langit Negeri Rutong, Sabtu (28/02/2026), suara itu terdengar lebih dari sekadar sambutan seremonial.

Raja Negeri Rutong, Reza Valdo Maispaitela, berdiri di hadapan warga dan tamu undangan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan satu pesan sederhana namun tajam: sampah bukan hanya soal kotor, tetapi soal hati.

Momentum HPSN yang dipusatkan di Negeri Rutong tahun ini bukan hanya kerja bakti atau festival lingkungan.

Bagi sang raja, hari itu adalah hari kesadaran. Ia mengingatkan bahwa negeri yang kotor bukan karena kurang petugas kebersihan, melainkan karena kurang kepedulian warganya.

Menurutnya, sampah adalah cermin karakter masyarakat. Ketika sungai, pantai, dan kebun dibiarkan dipenuhi limbah, itu tanda manusia lupa bahwa alam adalah titipan Tuhan dan warisan leluhur bagi generasi berikutnya.

“Negeri yang bersih lahir dari hati yang peduli,” tegasnya di hadapan warga.

Peringatan HPSN setiap 21 Februari sendiri merupakan refleksi nasional atas tragedi longsor TPA Leuwigajah tahun 2005 yang menjadi titik balik pengelolaan sampah di Indonesia. Namun di Rutong, pesan itu diterjemahkan lebih dalam: menjaga lingkungan adalah bagian dari adat dan iman.

Reza menegaskan, merawat negeri bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan. Tanggung jawab itu melekat pada setiap warga, mulai dari orang tua hingga anak muda. Ia mengajak keluarga menjadikan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sebagai pendidikan karakter sejak dari rumah.

“Kalau mengaku cinta negeri dan cinta Kota Ambon, mulai dari hal kecil. Jangan buang sampah di sungai, jangan di pantai, jangan di kebun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi kehadiran Wali Kota Ambon dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup yang mempercayakan Rutong sebagai tuan rumah peringatan HPSN 2026. Bagi masyarakat adat setempat, momentum ini sekaligus menjadi penguat komitmen menjaga tanah negeri sebagai amanah, bukan sekadar wilayah administratif.

Feature peringatan HPSN di Rutong tahun ini memperlihatkan bahwa gerakan kebersihan tidak selalu lahir dari regulasi, tetapi bisa tumbuh dari kesadaran budaya dan nilai spiritual. Dari negeri kecil di pesisir Ambon itu, pesan mengalir jelas: masa depan kota yang bersih dimulai dari kebiasaan hari ini.

Di akhir sambutannya, Raja Rutong mengajak seluruh warga membuat janji bersama menjaga negeri seperti menjaga rumah sendiri. Sebab bagi mereka, laut yang sehat, tanah yang lestari, dan lingkungan yang bersih adalah warisan paling berharga untuk anak cucu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.