Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku – Lapas Kelas III Saparua terus mendorong kegiatan pembinaan yang positif bagi warga binaan, salah satunya melalui aktivitas literasi di sudut baca atau perpustakaan lapas. Dalam kegiatan tersebut, dua orang warga binaan terlihat merapikan serta menata kembali buku-buku yang tersedia di perpustakaan Lapas Kelas III Saparua di bawah pengawasan petugas, Jumat (06/03/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam pengawasan langsung Karupam I, F. Matatula. Penataan buku dilakukan dengan menyusun kembali koleksi bacaan agar lebih tertib, rapi, dan mudah dijangkau oleh warga binaan yang ingin memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai sarana membaca dan belajar.
Selain menjaga kerapihan ruang baca, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan.
Melalui keterlibatan langsung dalam merawat fasilitas yang ada, warga binaan didorong untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan yang produktif serta membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Perpustakaan di Lapas Kelas III Saparua menjadi salah satu sarana pembinaan yang penting dalam meningkatkan literasi warga binaan. Berbagai jenis buku tersedia, mulai dari buku pengetahuan umum, keagamaan, hingga buku motivasi yang diharapkan dapat memberikan wawasan serta semangat bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengatakan bahwa keberadaan perpustakaan menjadi ruang yang penting bagi warga binaan untuk belajar dan memperluas wawasan.
“Melalui perpustakaan ini kami ingin warga binaan tetap punya ruang untuk belajar. Buku bisa membuka pikiran dan memberi banyak pelajaran, sehingga waktu yang mereka jalani di sini dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Karupam I F. Matatula menambahkan bahwa setiap kegiatan warga binaan tetap berada dalam pengawasan petugas agar berjalan tertib dan aman.
“Kami memastikan kegiatan seperti ini tetap diawasi dengan baik. Selain menjaga fasilitas tetap rapi, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan aktivitas yang positif,” jelasnya.
Sementara itu, warga binaan Y.P mengaku senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan merapikan buku di perpustakaan.
“Kalau ikut menata buku seperti ini, kami jadi lebih sering melihat dan membaca buku yang ada. Rasanya juga lebih semangat untuk belajar dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Saparua terus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang positif, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca serta pemanfaatan waktu secara produktif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.




