Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus dukung kemandirian pangan melalui kegiatan pertanian panen 15 ikat sayur kangkung hidroponik, Kamis (12/3). Panen sayuran segar yang dilaksanakan di kebun pembinaan dalam tembok berukuran sempit itu tunjukkan produktivitas Warga Binaan yang tak surut meski bulan puasa.
Salah satu Staf Subseksi Pembinaan, George Riupassa, mengatakan bahwa meskipun Lapas Wahai memiliki keterbatasan lahan yang hanya 16 m² namun komitmen untuk terus menjalankan program pembinaan tetap dilakukan secara konsisten. “Kami tetap berupaya memaksimalkan potensi yang ada dan terus mendorong dan mendampingi Warga Binaan,” kata George.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menyampaikan kegiatan panen ini menjadi bukti nyata semangat Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan kemandirian. “Alhamdulillah panen hari ini cukup baik. Meski lahan yang tersedia terbatas, Warga Binaan sangat antusias merawat tanaman hidroponik ini setiap hari. Hasil panen ini tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan internal, tetapi juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan produktif bahkan dalam suasana Bulan Suci Ramadan” ujar Merpaty.
Salah satu Warga Binaan, WK, mengaku senang dengan hasil panen tersebut. “Walaupun sedang berpuasa, rasa lelah saat merawat tanaman ini hilang seketika saat melihat hasilnya hijau dan segar. Semoga sayuran segar hasil keringat kami sendiri ini dapat diolah untuk menu tambahan berbuka puasa bersama teman-teman di sini karena ada rasa syukur yang beda saat kita makan dari hasil tanam sendiri,” tutur WK.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, diruang kerjanya menegaskan bahwa kegiatan panen hasil karya Warga Binaan itu juga merupakan bagian dari implementasi salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
“Ini merupakan bentuk pembinaan kemandirian Warga Binaan yang menunjukkan hasil kerja nyata dan keberkahan di bulan Ramadan, dan tentunya bekal keterampilan di masa depan. Lapas Wahai akan terus konsisten mendukung program pemerintah dalam mendukung kemandirian pangan,” terang Tersih.
Keberhasilan panen di tengah keterbatasan lahan ini menjadi potret positif dari balik jeruji besi, membuktikan bahwa ruang gerak yang terbatas bukan penghalang untuk tetap menebar manfaat. Semangat produktivitas yang ditunjukkan Warga Binaan Lapas Wahai di bulan suci ini diharapkan dapat terus terjaga, menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang lebih harmonis dan mandiri.




