Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali dukung program ketahanan pangan nasional melalui panen raya jagung yang digelar Selasa (7/4). Kegiatan ini menjadi panen ketiga dari pemanfaatan lahan tidur yang diolah secara produktif oleh Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Panen raya tersebut melibatkan Warga Binaan didampingi Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, beserta jajaran staf. Program ini dijalankan secara konsisten sebagai upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa panen raya ini bukan sekadar hasil pertanian, melainkan bukti nyata keberhasilan proses pembinaan di dalam Lapas.
“Panen ketiga ini tidak terlepas dari proses panjang yang dimulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen. Semua tahapan dilalui dengan penuh konsistensi dan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Warga Binaan. Hasil yang diperoleh hari ini merupakan buah dari program pembinaan yang berkelanjutan dan terarah,” ujar Tersih.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini mencerminkan semangat Pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus membentuk kemandirian Warga Binaan.
Sementara itu, Merpaty S. Mouw mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini cukup membanggakan. “Pada panen kali ini, kami berhasil memanen jagung sebanyak 1.500 buah dari varietas unggul Paragon. Ini menjadi capaian yang sangat baik dan menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu mengelola kegiatan pertanian dengan optimal,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam keberhasilan panen tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran petugas yang telah melakukan pengawasan serta kepada Warga Binaan yang terlibat langsung dalam proses penanaman hingga panen. Berkat kerja sama yang solid, kita dapat menghasilkan panen yang luar biasa,” imbuhnya.
Menurutnya, sebagian hasil panen ini akan dimanfaatkan kembali sebagai benih untuk keberlanjutan program pembinaan pertanian dan sebagian lainnya untuk premi bagi Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian.
Salah satu Warga Binaan, DS, mengaku bersyukur atas hasil yang diperoleh. “Saya sangat bersyukur dan bangga bisa ikut dalam kegiatan ini. Dari awal kami belajar mengolah lahan sampai akhirnya bisa panen seperti sekarang. Selain menambah pengalaman, kami juga merasa dihargai karena hasil kerja kami memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantor, turut memberikan apresiasi atas capaian Lapas Wahai.
Ia menilai keberhasilan panen ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta bukti bahwa program pembinaan di Lapas dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan keberhasilan panen ketiga ini, Lapas Wahai terus memperkuat perannya, tidak hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam pembangunan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.




