Ambon,CahayaMediaTimur.com-Ambon tak ingin sekadar menyandang gelar Kota Musik Dunia UNESCO. Lewat perayaan tujuh tahun Ambon City of Music, musik didorong masuk ke ruang kelas, menghidupkan kembali legenda rakyat, hingga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Gebrakan itu dikemas dalam Ambon International Music 2026 yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026. Agenda ini menghadirkan forum musik dan kota kreatif, pertunjukan pelajar, serta konser yang mempertemukan musisi lokal dan internasional di Ambon.
Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies, mengatakan perayaan tahun ini tidak hanya berorientasi pada pertunjukan, tetapi juga memperkuat pendidikan musik dan pelestarian identitas budaya daerah.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (29/10/2026).
Salah satu agenda yang mencuri perhatian ialah resital musik pelajar pada Jumat (30/10/2026), mulai pukul 15.00 WIT.
Melalui program kurikulum muatan lokal wajib musik tradisional, siswa didorong mengolah legenda, cerita rakyat, dan kearifan lokal menjadi pertunjukan berbasis bunyi dan musik.
Program tersebut telah diuji coba pada lima SD dan lima SMP. Dalam perayaan kali ini, enam sekolah percontohan bersama sejumlah sekolah lain, termasuk dari tingkat SMA dan SMK, dijadwalkan menampilkan kreativitas mereka.
Bagi AMO, musik bukan sekadar keterampilan memainkan alat musik. Musik juga menjadi sarana agar generasi muda mengenal akar budaya, mengasah imajinasi, dan menjaga cerita leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Musisi Dunia Bertemu Talenta Lokal
Ambon International Music 2026 juga menghadirkan Music and City Forum di Taman Budaya Ambon, Jumat pagi. Forum ini mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas hubungan musik dengan pendidikan, lingkungan, kearifan lokal, dan pembangunan kota.
Sementara itu, World Music Concert akan berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon pada 30–31 Oktober. Musisi lokal dijadwalkan berbagi panggung dengan penampil dari luar negeri, termasuk Belgia.
Perayaan ini turut melibatkan sekitar 50 UMKM untuk memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka peluang perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
Ambon International Music 2026 juga masuk dalam skema Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Bagi Ronny, momentum tujuh tahun Ambon City of Music harus menjadi lebih dari sekadar pesta tahunan. Musik perlu terus hidup di sekolah, tumbuh di tengah masyarakat, dan memberi manfaat nyata bagi kebudayaan serta perekonomian Ambon.




