Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu program unggulan yang kini menjadi fokus utama adalah pelatihan dan produksi cetak tela (batako), yang diproyeksikan untuk mencetak tenaga kerja terampil di bidang konstruksi, Rabu (04/03).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan upaya sistematis untuk membekali warga binaan dengan soft skill dan hard skill yang laku di pasar kerja.
“Komitmen kami adalah menjadikan Lapas Tual sebagai ‘pabrik’ manusia produktif yang mampu berkontribusi positif bagi ekonomi keluarga dan daerah setelah mereka bebas nanti,” ujar Nurchalis Nur dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa program ini juga sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan produktivitas melalui pembinaan warga binaan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), L. Laitera menekankan pentingnya kualitas dalam setiap produk yang dihasilkan. Saat ini, bengkel kerja Lapas Tual telah dilengkapi dengan sarana pendukung yang memadai untuk memastikan produksi tela memenuhi standar kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan setiap warga binaan yang terlibat mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari teknik pencampuran bahan hingga proses pengeringan yang sempurna. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan mulai masuknya pesanan baik dari instansi maupun perorangan, yang tentunya akan memberikan pemasukan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta premi bagi para warga binaan itu sendiri,” ungkapnya.
Melalui program ini, Lapas Tual berharap para warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi individu yang mandiri dan siap membangun kembali kehidupan mereka di tengah masyarakat.
