Bentuk Kepedulian terhadap Kelompok Rentan, Lapas Tual Perketat Pengawasan Kesehatan Lansia

oleh -0 views

Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan prima bagi warga binaan, khususnya kelompok rentan. Sebagai langkah konkret, tim medis Lapas Tual mengintensifkan pemeriksaan kesehatan rutin dan layanan Posyandu Lansia yang dilaksanakan secara berkala di Klinik Lapas, Senin (09/03).

 

Kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan langsung. Langkah ini diambil untuk memastikan hak-hak dasar para penghuni lanjut usia tetap terpenuhi secara maksimal selama menjalani masa pidana.

 

dr. Eka Pratiwi Surya, Dokter Lapas Tual, menjelaskan bahwa pengawasan ketat terhadap lansia sangat krusial mengingat kerentanan fisik mereka terhadap penyakit kronis. “Kami melakukan pemantauan kondisi fisik secara mendalam setiap pekannya. Bagi warga binaan lansia, deteksi dini terhadap gejala hipertensi atau diabetes sangat penting agar penanganan medis bisa segera dilakukan sebelum terjadi komplikasi,” ujar dr. Eka saat ditemui di Klinik Lapas.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Abdullah Rengur, Kepala Subseksi (Kasubsi) Perawatan Lapas Tual, menegaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari standar pelayanan prima yang wajib diberikan kepada seluruh warga binaan tanpa terkecuali. “Program ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap kelompok rentan. Selain pemeriksaan medis, kami juga memastikan asupan nutrisi dan pola makan mereka terjaga sesuai dengan standar kesehatan bagi lansia di lingkungan pemasyarakatan,” kata Abdullah.

 

Manfaat dari layanan kesehatan ini dirasakan langsung oleh para warga binaan. AM, salah satu Warga Binaan yang sudah memasuki usia senja, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya perhatian khusus dari pihak Lapas. “Saya merasa sangat diperhatikan di sini. Petugas medis rutin mengecek kondisi saya, dan kalau merasa kurang sehat sedikit saja, dokter langsung memberikan obat dan saran yang membantu. Ini membuat saya merasa tenang meski berada di dalam Lapas,” ungkap AM dengan penuh syukur.

 

Kegiatan pemeriksaan ini juga merupakan implementasi dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat layanan publik yang inklusif dan humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.