Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmennya dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Melalui program pembinaan kemandirian, Lapas Tual kini tengah fokus mengembangkan produk unggulan berupa ikat pinggang yang terbuat dari kayu arang (kayu hitam) khas Maluku, Jumat (06/02).
Produk ini menjadi salah satu karya paling diminati karena keunikan materialnya yang memiliki tekstur keras, mengkilap secara alami, dan tahan lama. Proses pembuatannya dilakukan sepenuhnya oleh tangan-tangan terampil Warga Binaan di dalam bengkel kerja Lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa pengembangan kerajinan kayu arang ini merupakan bagian dari upaya Lapas untuk menciptakan produk ikonik yang memiliki nilai jual tinggi di masyarakat. “Kami melihat potensi besar pada kayu arang ini, peminatnya pun cukup banyak. Fokus kami bukan hanya sekadar mengisi waktu luang warga binaan, tetapi benar-benar menghasilkan produk berkualitas ekspor yang mampu bersaing di pasar luar,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Binadik, K. Huwae , menjelaskan secara teknis bagaimana proses produksi ikat pinggang ini dikelola hingga mencapai standar kualitas yang diinginkan. “Setiap potongan kayu arang dipilih dengan teliti. Warga binaan dilatih untuk melakukan penghalusan (finishing) hingga kayu tersebut mengeluarkan kilau alami tanpa perlu banyak bahan kimia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hasil penjualan dari ikat pinggang kayu arang ini nantinya akan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sebagian lagi diberikan kepada warga binaan sebagai premi atau upah atas kerja keras mereka.
Saat ini, ikat pinggang kayu arang karya Lapas Tual telah dipasarkan secara lokal melalui pameran-pameran UMKM dan galeri pemasyarakatan. Pihak Lapas berharap ke depannya dapat menjalin kerja sama dengan lebih banyak pihak untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar Maluku.
