Ambon,CahayaMediaTimur.com-Ditengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan ekonomi global, anak muda dihadapkan pada kenyataan baru :dunia kerja tidak lagi menjanjikan keamanan seperti dulu. Setiap tahun,ribuan lulusan perguruan tinggi baru bermunculan namun lapangan kerja tidak bertambah banyak, sehingga dalam situasi sperti ini wirausaha bukan sekedar pilihan alternatif jalan utama untuk mandiri.
Tampil Sebagai Pembicara pada Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Miskin Eskrim di Kota Ambon, Body Mailuhu merupakan salah satu pengusaha muda di Kota Ambon yang menggeluti berbagai bidang usaha yang di gulutinya sampai saat ini.
Usai tampil sebagai pembicara dan memberikan berbagai motivasi pada 40 anak muda di kota Ambon,yang bertempat di ruang Vlasingin,Jumat(21/11/2025)pada awak media Mailuhu mengatakan, dalam kegaitan pelatihan ini, sebagai Motivasi dan penguatan untuk teman-teman kita semua.
Ia mengajak anak-anak muda kota Ambon,bahwa jangan cuma berharap untuk menjadi ASN dan sebagainya, mari kita jadi pelaku usaha. “Karena teman-teman pelaku usaha ini adalah pahlawan PAD kita,ujarnya.
Sang motivator tersebut juga mengajak anak -anak muda untuk menjadi seorang pelaku usaha atau seorang intentrainer muda, tidak perlu yang besar, ada kantor dan sebagainya, tidak perlu, yang kecil-kecil juga ini bagian dari pelaku usaha.
“Kalau di bilang miskin ekstrim, di kota Ambon tidak ada miskin ekstrim, cuma kita menjaga, supaya kita tidak ada di fase seperti itu, ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya juga mengatakan, “Kita mau berharap apa dengan adanya pemotongan -pemotongan dari pemerintah pusat, nah” dengan adanya hal ini ,kita harus meningkatkan APBD dengan cara menaikan kita punya retribusi pajak, retribusi itu kita dapat dari para pelaku usaha, ucapnya.
Ia juga menyampaikan, marilah kita menjadikan hal ini sebagai pembelajaran dan semangat bahwa kita juga bisa sama seperti yang lain.
Ia berharap dari kegiatan, ini,banyak bisa termotivasi sebagai pelaku usaha , walaupun kecil-kecil tapi kita punya usaha.
Dulu pemerintah meluncurkan anggaran sampai 500 triliun untuk menjaga UMKM di jaman cofid -19, karena 97 % penyerapan tenaga kerja itu diserap oleh UMKM.
Ditambahkannya, Anak-anak muda harus mempunyai energi besar, kreativitas dan mempunyai keberanian untuk mencoba hal-hal baru di dunia usaha. Setiap pengusaha sukses pernah mengalami kegagalan, tapi yang membedakan mereka hanyalah satu hal:mereka tidak berhenti disitu, ayo jadi pengusaha muda yang maju dan mandiri, tutup Mailuhu.






