Berkah di Ujung Bulan Suci Ramadan, Lapas Wahai Panen Perdana Kacang Panjang

oleh -1 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tunjukkan produktivitas Warga Binaannya. Di pengujung Ramadan, Lapas Wahai berhasil panen perdana 10 kilogram tanaman kacang panjang hasil budidaya mandiri yang dikelola oleh Warga Binaan, Senin (16/3). Panen kacang panjang yang berlokasi di lahan pinjam pakai ini menjadi hal istimewa karena merupakan tanaman pagar yang mengelilingi kebun utama jagung dan pengisi waktu produktif saat menjalankan ibadah puasa.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen tersebut yang menjadi keberkahan di bulan suci Ramadan. “Panen ini merupakan hasil kerja keras dan produktivitas Warga Binaan selama menjalani pembinaan di Lapas Wahai, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah,” ungkapnya.

Tersih menjelaskan kacang panjang sengaja ditanam sebagai tanaman pagar yang mengelilingi kebun jagung untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia. Selain berfungsi sebagai pembatas alami, tanaman tersebut juga memberikan nilai tambah dari sisi hasil pertanian dan bukti nyata pembinaan kemandirian yang terus konsisten dilakukan.

“Melalui pemanfaatan lahan pinjam pakai dari masyarakat ini, kami terus berupaya mengoptimalkan produktivitas kebun sekaligus mendukung program ketahanan pangan sebagaimana Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 tentang kemandirian pangan,” tambah Tersih.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, memastikan hasil panen ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan setelah bebas nanti. Pembinaan pertanian ini bertujuan membentuk karakter pekerja keras.

“Warga Binaan sangat antusias merawat kacang panjang ini, mulai dari tanam hingga masa panen. Ini memacu kreativitas dan kemandirian mereka,” tutur Merpaty.

Salah satu Warga Binaan, WK, mengungkapkan rasa syukur. “Alhamdulillah, senang sekali bisa panen saat bulan puasa. Ini pengalaman berharga bagi saya. Kami merasa berguna di sini, tidak hanya berdiam diri, tapi belajar bertani,” ucapnya.

Kabar sukses panen perdana ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Apa yang dicapai Lapas Wahai adalah implementasi akselerasi program Pemasyarakatan. Meskipun merupakan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan dengan keterbatasan lahan, Lapas Wahai dinilai tetap aktif.

“Memberdayakan Warga Binaan untuk mendukung kemandirian pangan adalah poin penting. Selamat atas panen perdananya, dan teruslah produktif,” pesan Ricky.

Panen perdana ini diharapkan memotivasi para Warga Binaan untuk terus konsisten dalam program pembinaan kemandirian serta menjadikan Lapas Wahai sebagai tempat perbaikan diri yang humanis dan bermanfaat bagi masyarakat.