AMBON,CahayaMediaTimur.com-Dalam upaya menanamkan nilai-nilai spiritual dan memperkuat karakter anak binaan, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ambon menyelenggarakan kegiatan Pembentukan Karakter Rohani Kristen pada hari ini, Sabtu (19/7), bertempat di Gereja Taman Doa LPKA Ambon.
Kegiatan rohani yang difokuskan pada pembinaan mental dan spiritual ini dipimpin langsung oleh Petugas Penyuluh Agama Kristen dari Kemenag Kota Ambon, Jeniver Patty. Ia membawakan renungan dan pembelajaran yang bertemakan kasih, pengampunan, dan pengharapan dalam Kristus, yang dikemas secara interaktif untuk menyentuh hati para anak binaan.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Kurniawan Wawondos, menyampaikan bahwa pembinaan karakter melalui pendekatan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan anak.
“Kami percaya bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari hati. Melalui pembinaan rohani ini, kami berharap anak-anak binaan memiliki pegangan hidup yang kuat dan positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kurniawan.
Jeniver Patty menambahkan bahwa kehadiran Kemenag merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual untuk membimbing generasi muda, terutama yang sedang menjalani pembinaan.
“Kami hadir bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memeluk mereka dengan kasih Tuhan. Anak-anak ini berhak untuk dipulihkan, dan kami yakin firman Tuhan adalah jalan untuk itu,” ungkap Jeniver.
Salah satu anak binaan yang mengikuti kegiatan, menyampaikan kesan mendalam setelah mengikuti pembinaan tersebut.
Beta rasa hati paleng tenang skali, Tuhan tu seng pernah kastinggal beta. Beta mau ubah diri jadi anak yang baik” (Saya merasa hati ini sangat tenang, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Saya ingin berubah menjadi anak yang baik), ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program keagamaan rutin LPKA Ambon, yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan berbagai instansi, termasuk Kemenag Kota Ambon, sebagai bentuk sinergi dalam pembinaan karakter anak secara holistik.