Berupaya Berikan Pelayanan Kesehatan Optimal, Lapas Wahai Kirim Sampel Dahak Warga Binaan untuk Deteksi Dini TBC

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berupaya berikan pelayanan kesehatan optimal bagi Warga Binaan. Pada Rabu (26/8) pagi, Lapas Wahai mengambil dan mengirim sampel dahak (sputum) Warga Binaan ke Puskesmas Perawatan Wahai untuk pemeriksaan laboratorium.

 

Langkah ini merupakan bagian dari program inovatif Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan (Sapa-Bina) yang digagas Kepala Lapas Wahai sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC). Pemeriksaan ini penting mengingat kepadatan hunian di Lapas dapat meningkatkan risiko penularan penyakit melalui udara (airborne disease).

 

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan bagi Warga Binaan jadi prioritas dalam tata kelola Pemasyarakatan.

 

“Pemeriksaan dahak ini sebagai bentuk nyata jaminan pelayanan kesehatan prima di Lapas Wahai. Melalui program Sapa-Bina, kami ingin memastikan tidak ada jarak antara Warga Binaan dengan akses fasilitas kesehatan berkualitas. Ini adalah wujud pendekatan humanis kami,” ujar Tersih.

 

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi lingkungan hunian agar tetap sehat. “Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas kami. Kami ingin memastikan bahwa seluruh Warga Binaan mendapatkan hak pelayanan medis secara maksimal. Melalui sinergitas yang telah terjalin dengan Puskesmas Perawatan Wahai, kami dapat melakukan tindakan pencegahan dan penanganan dini secara tepat. Lingkungan Lapas yang sehat tentu akan mendukung keberhasilan seluruh proses pembinaan,” jelasnya.

 

Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menyatakan bahwa pelayanan kesehatan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

 

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan terpadu mulai dari skrining awal hingga pemeriksaan lanjutan. Sinergi dengan Puskesmas Perawatan Wahai ini memastikan setiap tahapan klinis Warga Binaan terpantau sesuai standar operasional prosedur medis yang berlaku,” kata La Joi.

 

Proses teknis pengambilan sampel dilakukan langsung oleh Perawat Lapas, Fajar Pradhana Wisady. Sampel segera dikirim ke laboratorium puskesmas untuk menjaga kualitas sampel sehingga hasil pemeriksaan lebih akurat.

 

“Pemeriksaan ini kami lakukan secara berkala dan responsif terhadap Warga Binaan yang menunjukkan gejala batuk atau gangguan pernapasan. Pengiriman sampel ke puskesmas bertujuan mempercepat proses diagnosis sehingga jika ditemukan indikasi medis, penanganan dan pengobatan dapat segera diberikan tanpa menunda,” ujar Fajar.

 

Pihak Puskesmas Perawatan Wahai pun menyambut baik sinergi tersebut. Restyani Ode selaku Analis Kesehatan menegaskan kesiapan pihaknya mendukung pemeriksaan diagnostik bagi Warga Binaan.

 

“Sinergi ini sangat penting karena pencegahan dan pengendalian penyakit menular seperti TB memerlukan pengujian laboratorium yang akurat serta penanganan yang cepat dan terpadu,” ungkap Restyani.

 

Melalui kerja sama ini, Lapas Wahai berharap dapat menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat serta mencegah penularan penyakit menular. Kondisi tersebut diharapkan turut mendukung proses pembinaan yang kondusif dan berkelanjutan.