Ambon,CahayaMediaTimur.com-Universitas Pattimura(Unpatti) terus perkuat program kerja untuk meningkatkan kualitas pendidikan.”
Hal ini disampaikan Dr. Ruslan Tawari, M.Si, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Sistem Informasi (Warek IV) Universitas Pattimura (Unpatti)Usai pelantikan IKAPATTI,Jumat(13/3/2026)
Dirinya mengatakan,universitas Pattimura mempersiapkan diri benar-benar untuk menuju World class university dengan berupaya untuk memaksimalkan mutu dari pendidikan termasuk akreditasi,ucapnya.
Melalui IKAPATTI ,maka kita juga butuh untuk mendorong agar akreditasi ini bisa tercapai. Karena dalam akreditasi itu satu instrumen penting ,didalam agretasi itu adalah alumni tepat waktu dalam mendapatkan perkerjaan.”Dan hal tersebut merupakan bagian terbesar dari pekerjaan IKAPATTI, untuk memastikan para lulusan atau para alumni yang dimana mereka bisa di terima dan nantinya bisa bekerja dengan cepat dan dipromosikan pada dunia pekerjaan, ujarnya.
Tawiri berharap,lapangan pekerjaan yang disediakan pemerintah, serta tetap berupaya berinovasi dengan alumni dan lulusannya untuk membuka lapangan -lapangan kerja baru, mereka bisa mandiri.”Selain itu,mereka justru merekrut lagi tenaga kerja yang lain khususnya tenaga-tenaga yang vokasional tamatan SMA sederajat, pungaksnya.
Ia juga menambahkan, Terkait dengan IMPEX , Unpatti itu diminta oleh IMPEX untuk menyiapkan berbagai dokumen yang bisa digunakan sebagai rujukan bagi IMPEX maupun pemerintah dalam rangka mempercepat Turn Backing dari pelaksanaan eksploitasi dari Blok Masela.”Diantaranya dokumen itu berupa supply chain, jadi kira-kira rantai pasokan makanan ini dengan tenaga kerja 30 ribu atau 18 ribu pada tahap awal, itu mempingnya kaya gimana, sehingga Unpatti memberikan solusi dan alternatif.”Kemudian terkait dengan rekrument tenaga kerja,kita harus mampu menyiapkan tenaga kerja profesional sesuai dengan syarat yang di sampaikan oleh IMPEX, dengan demikian mereka bisa kerja sesuai dengan yang di inginkan dan juga vender lokal memiliki kualitifikasi untuk bekerjasama dengan IMPEX.
Lebih lanjut,Universitas Pattimura juga di minta untuk menelaah dan memberikan ke IMPEX dan bisa menjadi rujukan bagi seluruh stakeholder menjadi panduan untuk terlaksananya kegiatan implementasi dari pada IMPEX , jelas Tawiri.
“Untuk persiapan waktunya, kita sudah bekerja dari tahun lalu, jadi ada sekitar satu tahun untuk menyediakan berbagai dokumen tersebut, tambahnya. ”
Ia berharap semoga tahun 2026 ini finis dokumennya, jadi bukan saja UNPATTI, ada juga ITB, ITS, UI, dan sekarang dokumen -dokumen mungkin juga ada dari luar negeri.
Unpatti juga diminta untuk meriviu apakah dokumen-dokumen yang di tulis dari ITS, ITB , UI, sehingga harus sesuai dengan keahlian di UNPATTI , kalau misalnya tidak ada ahlinya tentu tidak bisa mereviunya, kalaupun ada, Unpatti bisa untuk meriviunya,pinta Tawiri.






