Ambon,CahayaMediaTimur.com-Rapat senata terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-41 Universitas Kristen Indonesia Maluku(UKIM)secara resmi dibuka Rektor UKIM. Pdt. Dr. Steve G. C. Gaspersz, M.Si., M.A.
Dalam Dies Natalis ke-41 tahun ini,”kita mengucap syukur atas kasih dan hikmat Tuhan Yesus Kristus yang telah memampukan kita menjalani kehidupan dan mengemban tugas pendidikan hingga saat ini.”Teristimewa bagi keluarga besar Universitas Kristen Indonesia Maluku, yang pada hari ini memasuki usia ke-41 tahun, ungkap Rektor dalam pidatonya di Ambon, pada Rabu(2/9/2026).
Rektor mengatakan,41 tahun bukanlah waktu yang singkat. Empat puluh satu tahun merupakan jejak perjalanan, perjuangan, pergumulan, pencapaian, dan karya yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Oleh karena itu, hari ini seharusnya menjadi ruang bagi kita untuk bersyukur, sekaligus melakukan refleksi dan evaluasi terhadap perjalanan sejarah universitas, ujarnya.
Apa yang telah kita capai?
Apa yang masih harus kita lakukan?
Dan ke mana Universitas Kristen Indonesia Maluku harus melangkah?
Oleh sebab itu “Tema Dies Natalis ke-41 UKIM, “Membangun Kecerdasan, Bertumbuh Berkelanjutan”, menegaskan dua kebutuhan penting.
Pertama, UKIM harus terus mengembangkan kecerdasan institusional, yaitu kemampuan untuk membaca perubahan, menentukan prioritas, menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab, serta mengambil keputusan berdasarkan data dan kepentingan jangka panjang universitas.
“Kedua, pertumbuhan UKIM tidak boleh bersifat sesaat.”UKIM harus bertumbuh secara berkelanjutan dalam bidang akademik, tata kelola yang sehat, pengembangan sumber daya manusia, kemandirian finansial, serta kualitas layanan universitas kepada mahasiswa dan masyarakat.”Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap universitas dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
Menurutnya, satu tahun perjalanan kepemimpinan ini tentu belum cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan universitas. Namun, waktu tersebut cukup untuk menenangkan pikiran, melakukan konsolidasi, mengevaluasi apa yang telah dilakukan, sekaligus membangun fondasi untuk pekerjaan-pekerjaan baru yang harus kita kerjakan bersama.
Dikatakan, “sejak awal, kami memahami bahwa UKIM sedang menghadapi berbagai perubahan dan tantangan, mulai dari perubahan regulasi pendidikan tinggi, tuntutan tata kelola kampus, akreditasi, transformasi digital, perubahan karakter mahasiswa dan generasi muda, hingga keterbatasan finansial yang dihadapi universitas,ucap Rektor.
Karena itu, hampir satu tahun ini kami menjadikannya sebagai masa konsolidasi untuk memperkuat budaya kerja, menyusun tata kelola yang lebih baik, memetakan kebutuhan sumber daya manusia, membangun koordinasi antarlembaga dan unit kerja, memperluas kerja sama, serta mulai mendorong diversifikasi sumber-sumber pendapatan universitas,jelas Rektor.
Lanjutnya,”seluruh langkah tersebut kami lakukan melalui semangat SMART, yaitu:
S – Spirituality
M – Model
A – Achievement
R – Responsibility
T – Trust
Ia juga menjelaskan, Spirituality menegaskan bahwa UKIM bertumbuh dari iman dan nilai-nilai Kristiani. Spiritualitas harus tampak dalam integritas, etos kerja, kerendahan hati, kepedulian, serta penghargaan terhadap kehidupan.”Model berarti UKIM harus berani menjadi teladan dalam tata kelola, disiplin akademik, keterbukaan, serta kehidupan bersama yang menghargai perbedaan.
Achievement mengarahkan kita pada capaian yang terukur, bukan sekadar pelaksanaan kegiatan.
“Kemudian Responsibility menempatkan setiap individu dan unit kerja dalam tanggung jawab untuk memberikan jawaban atas tugas dan kepercayaan yang diberikan.
Sementara Trust mengingatkan kita bahwa kepercayaan merupakan modal institusi yang hanya dapat dibangun melalui konsistensi antara ucapan, keputusan, dan tindakan.”Dengan perangkat tersebut, agenda yang harus kita dorong ke depan adalah peningkatan mutu dan akreditasi universitas maupun program studi.
Selain itu, “target pencapaian akreditasi unggul harus dipahami bukan sekadar sebagai proyek penyusunan dokumen, tetapi sebagai konsekuensi dari proses akademik dan tata kelola yang baik, tuturnya.
Kita bersyukur bahwa pada tahun ini UKIM mendapatkan dua program studi dengan status akreditasi unggul, yaitu Program Studim Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Akreditasi unggul lahir dari berbagai aspek, mulai dari pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa, dosen yang berkualitas, penelitian yang bermutu, pengabdian yang berdampak, layanan mahasiswa yang baik, tata kelola yang transparan, hingga lulusan yang memperoleh pengakuan dari masyarakat dan dunia kerja.Karena itu, budaya mutu harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan pekerjaan musiman yang baru dilakukan menjelang proses akreditasi, Urai Gaspersz
Dalam rangkaian yang sama, pengembangan sumber daya manusia harus menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.
UKIM membutuhkan peta pengembangan dosen yang jelas, peningkatan studi lanjut doktoral, percepatan jabatan akademik, peningkatan jumlah Lektor Kepala dan Profesor, penguatan kompetensi digital, serta keterlibatan yang lebih besar dalam jejaring penelitian nasional maupun internasional.
Tahun ini kita juga mendapatkan berkat dengan bertambahnya seorang profesor, yaitu Prof. Salmon Mirabua. Saya mohon Prof. Salmon Mirabua untuk berdiri.”Kehadiran profesor baru ini menjadi kebanggaan bagi UKIM sekaligus menjadi momentum untuk terus mendorong peningkatan kualitas akademik dan pengembangan sumber daya manusia.
Kita membutuhkan tenaga kepemimpinan dan tenaga profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memahami keberagaman budaya, serta mampu membangun jejaring dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Pengembangan sumber daya manusia harus kita lihat sebagai investasi utama universitas.
Kita juga harus membenahi infrastruktur dan ekosistem pembelajaran secara bertahap.Keterbatasan finansial harus kita akui secara realistis. Namun, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melakukan pembenahan.”Ruang kuliah, laboratorium, fasilitas kemahasiswaan, ruang diskusi, perpustakaan, serta ruang publik akademik merupakan bagian penting dari mutu pengalaman belajar mahasiswa.
Bersamaan dengan itu, UKIM perlu memperkuat kemandirian finansial melalui kewirausahaan yang sehat, pelatihan profesional, sertifikasi, kerja sama penelitian dan pengabdian, optimalisasi aset, layanan konsultasi, serta kemitraan dengan pemerintah, gereja, dunia usaha dan dunia industri.
Rektor menambahkan, Kemandirian finansial yang sehat tidak boleh hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.”Transformasi digital juga harus menjadi bagian dari pembenahan tata kelola UKIM.
Keterbatasan sumber daya, sistem informasi yang terintegrasi, analitik data, dan tata kelola digital telah mengubah cara universitas bekerja.
Teknologi harus kita hadirkan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan, bukan sekadar sebagai simbol modernisasi.
Karena itu, digitalisasi UKIM harus diarahkan pada kebutuhan nyata institusi dan memberikan manfaat langsung bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Pada akhirnya, seluruh proses yang kita lakukan harus bermuara pada satu tujuan: menjadikan UKIM sebagai universitas yang semakin bermutu, berintegritas, adaptif, mandiri, dan dipercaya masyarakat.”Empat puluh satu tahun adalah perjalanan panjang, tetapi juga merupakan awal dari perjalanan berikutnya.
Mari kita menjadikan Dies Natalis ke-41 ini bukan hanya sebagai momentum perayaan, tetapi sebagai momentum untuk memperbarui komitmen, memperkuat kebersamaan, dan meneguhkan panggilan UKIM dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghadirkan pendidikan yang berlandaskan iman, ilmu pengetahuan, dan nilai kemanusiaan, Pinta Rektor.
Turut hadir, Gubernur Maluku,Wali Kota Ambon,Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku,Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Protestan Maluku,Ketua dan Anggota Senat Universitas Kristen Indonesia Maluku, Para Wakil Rektor, para Dekan, Direktur, Kepala Lembaga, para Dosen dan Tenaga Kependidikan,Para mahasiswa, alumni, mitra pemerintah, gereja-gereja, dunia usaha dan dunia industri,serta seluruh undangan dan keluarga besar UKIM.
