DPRD Maluku Pastikan Tidak Ada Pihak yang Memanfaatkan Isu Global Untuk Memainkan Harga dan Penimbunan Bahan Pokok

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Jhon Lewerissa menegaskan ,pihaknya akan segera memanggil Pemerintah daerah dan sejumlah stakeholder guna mengantisipasi potensi penimbunan bahan pokok di tengah isu konflik Iran yang berpotensi berdampak pada pasokan energi dan kebutuhan masyarakat.

 

Hal ini disampaikan Jhon Lewerissa kepada awak media , Rabu (4/3/2026), di depan Kantor Gubernur Maluku.

 

Dirinya mengatajan, DPRD perlu memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi global untuk memainkan harga atau melakukan penimbunan dengan alasan terganggunya pasokan dari pemerintah pusat(Pempus) .

“Yang paling penting, jangan sampai ada yang memanfaatkan isu konflik Iran seolah-olah pasokan minyak ke Indonesia berkurang. Padahal kenyataannya mereka melakukan penimbunan,” tegas Lewerissa.

 

Ia menyampaikan, rapat koordinasi akan digelar pada Kamis pukul 11.00 WIT ,dengan menghadirkan perwakilan pemerintah daerah serta instansi terkait, seperti Perum Bulog, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), Dinas Perhubungan, dan stakeholder lain yang berkaitan dengan kebutuhan hidup masyarakat.

 

“Kami ingin memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako), pasokan listrik, serta distribusi transportasi tetap berjalan lancar, terutama menjelang periode penting bagi masyarakat, tambahnya

 

Lebih lanjut Wakil Ketua DPRD Maluku mengatakan, “belakangan ini kita sudah melihat harga mulai naik. Jangan sampai ada yang menimbun dengan alasan tidak ada pasokan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

 

Ia juga meminta pemerintah daerah agar bersikap tegas dan segera melakukan operasi pasar apabila ditemukan indikasi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

“Kita tidak bisa tinggal diam. Pemerintah harus segera turun melakukan operasi pasar setelah rapat, jika memang diperlukan. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” tegas Lewerissa.

 

Ia menegaskan, apabila tidak ada persoalan distribusi maupun pasokan, maka situasi ekonomi daerah seharusnya tetap aman dan terkendali. Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting agar stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Maluku tetap terjaga di tengah dinamika global,tutupnya.