Dukungan Warga Dusun Tanah Goyang Dikabulkan,Yasmin Bally Ditunjuk Sebagai Kadus

oleh -0 views

Piru,CahayaMediaTimur.com-Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Dusun Tanah Goyang, Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menjadi sorotan warga setempat. Mereka menilai perubahan kepemimpinan di tingkat dusun membawa dampak besar terhadap stabilitas sosial dan rasa aman masyarakat.

Menurut sejumlah warga, Dusun Tanah Goyang sempat mengalami stagnasi pembangunan dan meningkatnya gangguan keamanan saat dipimpin Munir Bufakar.

Kondisi tersebut, kata mereka, turut memicu meningkatnya kenakalan remaja dan aksi premanisme, hingga dusun itu sempat dikategorikan sebagai zona merah oleh kepolisian.

Situasi keamanan yang memburuk disebut berdampak pada hubungan sosial antarwarga, termasuk dengan dusun-dusun tetangga. Beberapa insiden pertikaian bahkan berujung pada kerugian materiil hingga korban jiwa, sebagaimana dituturkan sejumlah sumber warga.

Selain masalah keamanan, warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus dugaan kekerasan seksual, termasuk terhadap anak di bawah umur. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mengusulkan pergantian kepala dusun kepada Pemerintah Desa Lokki.

Usulan itu kemudian dikabulkan, dan Yasmin Bally ditunjuk sebagai Kepala Dusun(Kadus) Tanah Goyang. Warga menilai keputusan tersebut tepat, karena sejak kepemimpinan Yasmin Bally, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat berangsur membaik.

Sejumlah warga menyebut, kepala dusun yang baru dinilai tegas dan responsif dalam menangani setiap persoalan kriminal. Langkah cepat yang diambil aparat dusun bersama masyarakat membuat tingkat kenakalan menurun signifikan, hingga Dusun Tanah Goyang diklaim keluar dari status zona merah kepolisian.

Namun demikian, dinamika kembali muncul menyusul rencana pendirian gerai Alfamidi di wilayah tersebut. Penolakan terhadap rencana itu berkembang menjadi perdebatan terbuka di tengah masyarakat, yang terekam dalam sejumlah video dan beredar di media sosial.

Warga menduga polemik penolakan Alfamidi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu keresahan dan mengangkat kembali isu pergantian kepala dusun. Dalam rekaman yang beredar, terdengar seruan yang mempertanyakan kepemimpinan dusun saat ini.

Menurut sumber warga, seruan tersebut diduga berasal dari pihak keluarga Munir Bufakar. Warga menilai aksi tersebut tidak murni berkaitan dengan penolakan gerai ritel, melainkan bermuatan kepentingan pribadi dan konflik lama terkait pergantian kepemimpinan dusun.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran adanya upaya menghasut masyarakat untuk menekan Pemerintah Desa Lokki, termasuk mendorong pergantian penjabat kepala desa dengan alasan stagnasi pembangunan desa.

“Kami berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat melihat persoalan ini secara objektif. Sejak dipimpin Pak Yasmin Bally, kami merasa jauh lebih aman dan nyaman,” ujar salah satu warga.

Masyarakat Dusun Tanah Goyang menegaskan keinginan mereka untuk mempertahankan kepemimpinan yang tegas dan berani, demi menjaga stabilitas keamanan dan kehidupan sosial yang lebih baik di wilayah tersebut.