Dunia Tidak Selalu Hargai Ketulusan, Menjadi Keras Tanpa Kehilangan Hati Nurani

oleh -1 views

SeramSBB,CahayaMediaTimur.com-Namaku Mozes Rutumalessy, biasa disapa “Morgan”, alias Mozes Rutumalessy Ganas.

 

Bukan karena beta haus permusuhan, tetapi karena hidup mengajarkan beta bagaimana menjadi keras tanpa kehilangan hati nurani. Beta belajar bahwa dunia tidak selalu menghargai ketulusan, dan tidak semua senyuman lahir dari niat yang baik.

 

Hari ini beta ingin bercerita tentang sebuah persahabatan yang perlahan berubah menjadi luka paling sunyi. Luka yang tidak berdarah, tetapi menghancurkan kepercayaan sedikit demi sedikit, sampai hati terasa mati.

 

Dulu beta memiliki seorang sahabat. Seseorang yang sangat beta percaya.

 

Dia mengenal beta lebih dari orang lain. Dia tahu beta keras ketika diperlukan, tegas ketika diinjak, tetapi tetap menyimpan kepolosan yang tidak pernah bisa disembunyikan.

 

Dan justru karena kepolosan itulah, beta sering memilih diam ketika dia mulai memanfaatkan ketulusan beta demi melancarkan ambisi dan kepentingannya.

 

Dia mengira beta tidak tahu. Dia mengira beta terlalu polos untuk memahami permainan yang dia jalankan diam-diam di belakang.

 

Padahal beta melihat.

Beta mendengar.

Beta merasakan semuanya.

 

Namun beta memilih diam. Bukan karena takut, bukan karena lemah, dan bukan pula karena bodoh.

 

Beta diam karena beta terlalu menghargai persahabatan yang telah katong bangun berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya.

 

Beta menjaga namanya ketika orang lain mulai menghina dirinya. Beta berdiri di sampingnya ketika banyak orang ingin menjatuhkannya. Beta rela dianggap kasar demi menjaga harga dirinya tetap utuh.

 

Tetapi waktu selalu pandai membuka wajah asli manusia.

 

Takdir membawanya menjadi seorang pimpinan di sebuah kantor. Jabatan yang seharusnya membuat seseorang semakin bijaksana, justru perlahan menumbuhkan kesombongan di dalam dirinya.

 

Kekuasaan mengubah cara pandangnya terhadap orang-orang lama yang pernah berdiri bersamanya ketika dia belum memiliki apa-apa.

 

Kini beta melihat seorang sahabat berubah menjadi manusia yang haus kehormatan.

 

Lidahnya dipenuhi janji, tetapi tindakannya dipenuhi kepentingan. Senyumnya tampak ramah di depan banyak orang, namun di belakang dia pandai memainkan wajah kemunafikan.

 

Persahabatan yang dulu kita rawat bersama kini berubah menjadi pengkhianatan yang perlahan membunuh rasa hormat.

 

Dia lupa satu hal penting:

 

Orang tulus memang sering mengalah, tetapi ketika hatinya hancur, dia mampu menjadi badai yang menghancurkan seluruh topeng kepalsuan.

 

Beta ingin dia mengerti, apa yang beta lakukan selama ini bukan karena beta berhasil dibodohi.

 

Beta hanya terlalu menghargai hubungan yang pernah katong bangun bersama.

 

Beta memilih menjaga martabatnya meskipun berkali-kali dia melukai kepercayaan. Beta bukan pemain politik. Beta tidak pandai menjilat demi keuntungan. Beta tidak terbiasa menusuk dari belakang sambil tersenyum di depan.

 

Karena bagi beta, ketulusan jauh lebih berharga daripada jabatan.

 

Sebab jabatan hanyalah kursi sementara yang sewaktu-waktu bisa direbut oleh waktu. Hari ini seseorang dipanggil pimpinan, besok namanya bisa hilang bersama runtuhnya kekuasaan yang dia banggakan.

 

Tetapi persahabatan sejati, itulah warisan yang seharusnya dijaga sampai akhir hidup.

 

Kalau saja beta mau, beta bisa bangkit seperti seekor singa lapar yang menerkam mangsanya tanpa ampun.

 

Beta bisa menjadikan engkau sebagai mangsa dari seluruh rahasia dan kebusukan yang selama ini beta simpan dalam diam. Beta bisa membuat orang-orang melihat siapa dirimu sebenarnya di balik pakaian rapi, jabatan, dan senyuman palsumu.

 

Tetapi beta tidak memiliki sifat keserakahan seperti dirimu.

 

Beta masih menghormati nilai-nilai persahabatan meskipun pada akhirnya beta dikhianati. Karena bagi beta, jabatan tidak ada artinya sama sekali.

 

Harta paling berharga dalam hidup bukanlah kekuasaan, bukan uang, dan bukan pula pujian manusia.

 

Harta paling mahal adalah ketulusan untuk menghargai seorang sahabat.

 

Sayangnya, tidak semua orang mampu menjaga ketulusan ketika kekuasaan mulai membuat dirinya merasa lebih tinggi dari orang lain.

 

Ingatlah…

 

Orang yang paling berbahaya bukanlah musuh yang berteriak lantang di depanmu, melainkan sahabat lama yang selama ini diam sambil menyaksikan seluruh perubahan buruk dalam dirimu.

 

Sebab orang yang diam bukan berarti tidak tahu apa-apa.

 

Kadang dia hanya sedang menunggu hatinya benar-benar mati sebelum berhenti peduli.

 

Dan percayalah…

 

Kehancuran seorang manusia sering kali bukan datang dari lawan yang membencinya, tetapi dari rasa kecewa orang yang pernah tulus mencintai dan membelanya mati-matian.

 

Jangan terlalu bangga dengan jabatanmu hari ini, karena kursi itu tidak akan ikut dikuburkan bersamamu.

 

Tepuk tangan manusia juga tidak akan bertahan selamanya.

 

Saat kekuasaan hilang, kamu akan sadar bahwa orang-orang yang dulu mengelilingimu perlahan akan menghilang satu per satu.

 

Tetapi luka akibat pengkhianatan akan terus hidup di ingatan orang yang pernah tulus memperjuangkanmu.

 

Beta tidak haus darah. Beta tidak ingin menghancurkan hidupmu.

 

Tetapi jika suatu hari beta bangkit melawan, itu bukan untuk merenggut nyawamu, melainkan untuk merobek seluruh topeng kepalsuan yang selama ini kamu sembunyikan dari dunia.

 

Karena seekor singa yang terluka tidak selalu langsung menerkam.

 

Kadang dia memilih diam di dalam gelap, menunggu waktu yang tepat sampai akhirnya semua orang melihat siapa pemburu sebenarnya, dan siapa manusia yang selama ini hanya hidup dari kepalsuan.

 

Dan pada akhirnya beta belajar satu hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini:

 

Musuh yang paling sulit dilupakan bukanlah orang asing yang datang membawa kebencian, melainkan sahabat sendiri yang perlahan berubah menjadi pengkhianat setelah mengenal seluruh ketulusan yang pernah kita berikan.

 

Catatan bung Moses. Musuh bebuyutan dan penghianat adalah seorang sahabat sendiri(Bung Moz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.