Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan evaluasi pembinaan penguasaan alat musik gitar bagi warga binaan yang dibimbing oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch II Tahun 2025, Ririn C. Ralahalu. Kegiatan yang berlangsung di ruang pembinaan tersebut diikuti dua warga binaan yang sebelumnya telah menerima materi dasar bermain gitar. Rabu, 11/02/2026.
Evaluasi dilakukan untuk mengukur perkembangan kemampuan warga binaan setelah mengikuti pelatihan dan menjalani latihan mandiri. Masing-masing peserta diminta memainkan materi yang telah diajarkan, mulai dari penguasaan akord dasar, ketepatan perpindahan akord, hingga kestabilan pola genjrengan.
Selama proses evaluasi, kedua warga binaan tampil bergantian memperagakan kemampuan mereka. Pembimbing melakukan pengamatan terhadap kelancaran permainan, konsistensi ritme, serta kepercayaan diri saat menyelesaikan lagu yang dimainkan.
Ririn C. Ralahalu menilai terdapat perkembangan yang cukup baik pada salah satu peserta. “Lihat perkembangan mereka bermain gitar pada saat latihan mandiri dengan materi-materi yang sudah pernah saya ajar, ternyata perkembangannya sudah cukup bagus, karena Y. P salah satu warga binaan sudah bisa memainkan beberapa lagu, meskipun ada lupa-lupa akord dan genjrengannya belum stabil tapi sudah bisa main beberapa lagu sampai selesai,” ujarnya.
Sementara itu, satu warga binaan lainnya masih memerlukan pendalaman teknik. “J.T salah satu warga binaan yang sama-sama mengikuti masih kaku untuk genjrengan gitar tetapi sudah bisa untuk pindah akord,” jelasnya.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan seni menjadi bagian dari upaya membentuk karakter dan mental warga binaan. “Kami terus mendorong pembinaan yang menyentuh aspek kreativitas dan mental warga binaan. Kegiatan ini melatih kesabaran, konsistensi, serta membangun rasa percaya diri mereka,” tegasnya.
Ia menambahkan, evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan pembinaan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata. “Harapannya, kemampuan yang mereka peroleh dapat terus dikembangkan sebagai bekal positif saat kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
Melalui evaluasi pembinaan gitar ini, Lapas Saparua menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan, sehingga setiap warga binaan memiliki kesempatan mengembangkan potensi diri sebagai bagian dari proses perubahan yang lebih baik.




