Gelar Fogging Massal, Lapas Saparua Antisipasi Penyebaran DBD

oleh -2 views

Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua bersama Puskesmas Saparua melaksanakan kegiatan fogging massal sebagai langkah antisipatif terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan lapas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas meningkatnya kewaspadaan terhadap DBD setelah terdapat satu orang pegawai Lapas Kelas III Saparua yang terkonfirmasi mengalami demam berdarah, Jumat (05/06/2026).

 

Sebelum pelaksanaan fogging, Kepala Lapas Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot didampingi staf kesehatan Senly Matitale dan Kasubsi Pembinaan Ellen D. Anakotta melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Puskesmas Saparua, Johan Nuhumury, guna membahas langkah-langkah pencegahan yang perlu segera dilakukan di lingkungan lapas. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat atas adanya pegawai yang terpapar DBD sekaligus untuk memastikan upaya pencegahan dapat dilaksanakan secara efektif dan terukur.

 

Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, Puskesmas Saparua memberikan dukungan melalui pemberian bubuk abate yang ditebarkan pada bak-bak penampungan air untuk membasmi jentik nyamuk. Setelah itu, petugas kesehatan melaksanakan fogging secara menyeluruh pada blok hunian warga binaan, area perkantoran, dapur, saluran drainase, serta sejumlah titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

 

Kepala Puskesmas Saparua, Johan Nuhumury, menjelaskan bahwa fogging hanya berfungsi membasmi nyamuk dewasa sehingga harus diimbangi dengan upaya pemberantasan jentik dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Sebelum fogging kami memberikan bubuk abate untuk membunuh jentik nyamuk yang ada di bak-bak penampungan air, kecuali air minum. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga pencegahan yang paling penting adalah membersihkan bak air minimal seminggu sekali dan menjaga kebersihan lingkungan. Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak pada genangan air bersih dan juga dapat ditemukan pada wadah-wadah bekas seperti botol plastik yang menampung air. Karena itu, sampah harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan DBD akan lebih efektif apabila seluruh penghuni lingkungan secara konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di area masing-masing.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, mengapresiasi respons cepat dan dukungan yang diberikan Puskesmas Saparua dalam membantu upaya pencegahan DBD di lingkungan lapas.

“Kami mengapresiasi sinergi dan dukungan Puskesmas Saparua dalam upaya pencegahan DBD di lingkungan lapas. Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk melindungi kesehatan warga binaan dan petugas, sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit,” ujarnya.

 

Menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan program pembinaan di dalam lapas. Oleh karena itu, sinergi dengan instansi terkait akan terus diperkuat guna memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap sehat, aman, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.