Hadiri Sidang ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon, Wali Kota Ingatkan Hal Ini

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, membuka Persidangan ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon di Jemaat GPM Mesirilalih, Minggu (15/02/2026), dengan pesan lugas bahwa tahun 2026 bukan tahun yang ringan bagi Kota Ambon.
Di hadapan peserta sidang gerejawi, ia memaparkan tekanan ekonomi akibat dinamika global dan nasional yang berdampak langsung pada fiskal daerah.

Keterbatasan anggaran, menurutnya, berpotensi memengaruhi daya tahan ekonomi masyarakat.
“Kita tidak bisa menutup mata. Tantangan ekonomi makin berat dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.

Ekonomi Tertekan, Ketahanan Pangan Jadi Kunci
Pemkot Ambon menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas. Pemerintah mendorong keluarga untuk kembali menanam, melaut, beternak, serta memperkuat pemasaran hasil produksi. Gereja diminta ikut menggerakkan umat agar pemberdayaan ekonomi menjadi pola hidup, bukan sekadar program.

Selain itu, pemerintah tengah mengembangkan tiga titik UMKM di RTP Wainitu, RTP Air Salobar, dan Amahusu. Bantuan booth kontainer, etalase, hingga modal usaha Rp2 juta per pelaku diberikan sebagai stimulus agar warga lebih mandiri.
Namun di tengah berbagai intervensi itu, angka pengangguran Kota Ambon masih berada di 11,65 persen. Angka kemiskinan berada di kisaran lima persen, dengan tingkat kedalaman dan keparahan yang disebut terus meningkat.
Sampah dan Lingkungan Jadi Alarm
Isu lingkungan menjadi sorotan lain. Masalah sampah disebut sebagai persoalan serius yang tidak lagi bisa ditangani dengan pola lama “angkut dan buang”.
Tahun ini, Pemkot Ambon berencana menggunakan teknologi pengolahan sampah agar tidak sekadar berakhir di TPA. Namun wali kota menegaskan, perubahan perilaku masyarakat tetap kunci utama.

Ia meminta gereja aktif mengingatkan jemaat agar disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang ditentukan. Dalam waktu dekat, Pemkot akan meluncurkan Gerakan TAMBAHAN — Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman — yang diwujudkan lewat kerja bakti massal.
450 Tahun Ambon dan Target Pembangunan
Di usia ke-450 tahun, Kota Ambon mengusung tema “Bergerak Bersama Ambon Maju untuk Indonesia”. Pemerintah menyelaraskan momentum ini dengan pelaksanaan RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029.
Visi pembangunan lima tahun ke depan dirumuskan dalam konsep “Ambon Manise, Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan”. Sejumlah langkah konkret diklaim telah berjalan, antara lain:
779 sambungan air bersih baru di Halong dan Passo serta rehabilitasi 2.000 meter jaringan distribusi;
penataan 27 ruas parkir;
bantuan modal bagi 650 pelaku usaha;
pembentukan 50 Koperasi Merah Putih;
fasilitasi 6.583 izin usaha melalui OSS;
penyelesaian Mal Pelayanan Publik yang ditargetkan beroperasi awal 2026;
peluncuran Call Center 112 untuk layanan darurat.
Ambon juga kembali meraih predikat Kota Kreatif Musik kategori Excellent dari UNESCO Creative Cities Network, yang diharapkan mendongkrak ekonomi kreatif.
Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam sidang klasis ini, wali kota menegaskan bahwa pemerintah memiliki ruang membangun kecerdasan intelektual, tetapi gereja dan lembaga keagamaan berperan besar membentuk kecerdasan spiritual dan emosional warga.

Menurutnya, pembangunan kota tidak bisa hanya mengandalkan APBD atau kebijakan birokrasi. Kolaborasi lintas sektor, termasuk gereja, menjadi faktor penentu apakah Ambon mampu keluar dari tekanan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan memperbaiki kualitas lingkungan.
Sidang ke-57 Klasis GPM Pulau Ambon menjadi forum refleksi sekaligus momentum konsolidasi antara gereja dan pemerintah untuk menjawab tantangan kota secara bersama.