Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Tual mengoperasikan Depot Air Isi Ulang yang kini menjadi primadona warga karena kualitasnya yang prima namun dengan harga yang sangat terjangkau, Kamis (05/03).
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026. Menurutnya, keberadaan depot air ini tidak hanya fokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air minum sehat. “Kami ingin keberadaan Lapas Tual dirasakan langsung manfaatnya oleh publik. Dengan harga yang lebih murah dari pasaran, kami berharap dapat membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga, terutama bagi warga menengah ke bawah,” ujar Nurchalis.
Senada dengan Kalapas, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), L. Laitera, menjelaskan bahwa proses produksi air minum ini dilakukan oleh warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Standar higienis tetap menjadi prioritas utama dengan penggunaan teknologi filtrasi modern. “Warga binaan kami bekali dengan keterampilan teknis pengolahan air. Selain mengedukasi mereka tentang kewirausahaan, kami memastikan kualitas air tetap terjamin melalui pengawasan ketat, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk mengonsumsinya,” ungkap Kasubsi Giatja.
Manfaat kehadiran depot air ini pun dirasakan langsung oleh Syahril Muji, salah satu warga yang rutin mengisi ulang galon di SAE Lapas Tual. Ia mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang ditawarkan dibandingkan depot komersial lainnya. “Airnya segar dan bersih, harganya pun sangat merakyat. Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang tidak menentu, adanya depot dari Lapas Tual ini benar-benar membantu penghematan uang belanja kami sehari-hari,” tuturnya.
Melalui sinergi antara pembinaan warga binaan dan pelayanan publik, Lapas Kelas IIB Tual membuktikan bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk berkontribusi bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku Tenggara.






