Langgur,CahayaMefiaTimur.com-Pemandangan berbeda terlihat di area bimbingan kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Senin (2/3/2026). Ratusan lubang tanam yang dipenuhi sayur selada tampak tumbuh subur dan hijau royo-royo. Keberhasilan budidaya hidroponik ini menjadi sinyal kuat bahwa hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di pasar umum.
Program hidroponik ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Di bawah pengawasan ketat dan bimbingan teknis, para warga binaan menerapkan ilmu pertanian modern yang presisi. Pengaturan nutrisi dan suhu air dipantau setiap hari untuk memastikan selada yang dihasilkan memiliki tekstur yang renyah (crunchy) dan warna yang menggugah selera.
“Ini adalah bukti bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk produktif. Selada yang kita lihat hari ini adalah hasil ketekunan. Kualitasnya? Boleh diadu dengan supermarket,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur.
Selada hidroponik dari warga binaan ini layak dilirik pasar local karena: Menggunakan sistem air nutrisi yang terkontrol, sehingga jauh lebih sehat, Jarak panen ke pasar yang dekat memastikan sayur tetap segar saat sampai ke tangan konsumen, Ditanam di lingkungan yang tertata, meminimalisir kontaminasi tanah.
Saat ini, Lapas Tual tengah berkoordinasi dengan sejumlah pengepul sayur, pemilik usaha burger, Kebab hingga pengelola minimarket di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Tingginya permintaan akan sayuran sehat menjadi peluang emas bagi Lapas Tual untuk menunjukkan peran mereka dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain memberikan kontribusi ekonomi, program ini diharapkan menjadi “sertifikat keahlian” bagi warga binaan. Ketika mereka bebas nanti, mereka tidak lagi bingung mencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui pertanian hidroponik.
