Ibadah Minggu dan Syukuran Remisi, Lapas Wahai Buka Harapan Baru

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Suasana khidmat dan puji-pujian syukur selimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Minggu (23/8). Selain ibadah Minggu rutin bagi Warga Binaan beragama Kristen, kegiatan kali ini dirangkaikan dengan syukuran atas penerimaan remisi. Sukacita dan rasa haru warnai kegiatan saat Warga Binaan mensyukuri hak remisi sebagai penghargaan atas perilaku baik dan komitmen selama jalani pembinaan.

 

Seluruh rangkaian acara yang diisi doa, nyanyian syukur, dan puji-pujian dipimpin pelayan firman dari Majelis Jemaat Bethsan Gereja Protestan Maluku (GPM) Wahai serta diawasi jajaran pengamanan secara ketat dan humanis.

 

Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan kerohanian dan syukuran tersebut. Ia menegaskan Lapas Wahai berkomitmen terus memfasilitasi hak beribadah serta pemenuhan hak integrasi dan remisi bagi seluruh Warga Binaan.

 

“Pemulihan jiwa adalah fondasi dari proses Pemasyarakatan. Kami berterima kasih kepada pihak GPM Wahai atas sinergi yang terjalin, dan kami berharap kegiatan ini terus memotivasi Warga Binaan untuk bertobat serta menata masa depan yang lebih cerah,” ungkap Tersih.

 

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan bahwa ibadah Minggu merupakan bagian penting dalam program pembinaan kepribadian di Lapas Wahai. Menurutnya, penguatan mental dan spiritual menjadi bekal penting sebelum Warga Binaan kembali ke masyarakat.

 

“Pembinaan mental dan rohani seperti ini rutin kami jadwalkan. Tujuannya agar Warga Binaan mengalami transformasi batin, sehingga kelak ketika bebas mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna,” ungkap La Joi.

 

Jandry Batlajery selaku petugas pengamanan menuturkan bahwa kelancaran dan keamanan ibadah serta syukuran menjadi prioritas.

 

“Secara teknis pengamanan, seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib dan terkendali. Kami memastikan situasi tetap kondusif agar Warga Binaan dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” kata Jandry.

 

Bagi para Warga Binaan, ucapan syukur atas remisi yang dirangkaikan dalam ibadah menjadi penyejuk di tengah kerinduan terhadap keluarga dan kebebasan. JP, salah satu Warga Binaan yang mengikuti ibadah, mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti kegiatan tersebut.

 

“Ibadah ini membuat kami merasa tidak sendiri dan dikuatkan kembali. Di sini kami belajar untuk ikhlas dan memperbaiki diri setiap hari,” tutur JP.

 

Jhon Asomate selaku Majelis Jemaat GPM Wahai menyampaikan bahwa pelayanan rohani ini merupakan bagian penting untuk merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.

 

“Kami hadir untuk membawa pesan damai dan pengampunan. Harapannya, firman yang disampaikan dapat menjadi pelita bagi Warga Binaan agar tidak kehilangan arah dan terus memiliki pengharapan baru,” ujar Jhon.

 

Melalui pembinaan rohani yang konsisten serta pemberian hak remisi, Lapas Wahai terus membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk menemukan kembali harapan, memperbaiki diri, dan menata masa depan yang lebih baik.