Ibadah Prapaskah Minggu IV, Warga Binaan Lapas Wahai Diajak Maknai Jalan Via Dolorosa

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ikuti ibadah Prapaskah Minggu IV dengan penuh khidmat di Gereja Ebenhaizer Lapas, Minggu (8/3). Melalui ibadah tersebut, para Warga Binaan diajak untuk memaknai perjalanan penderitaan Yesus Kristus melalui jalan Via Dolorosa sebagai refleksi iman dan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana ibadah berlangsung dengan penuh penghayatan. Para Warga Binaan mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk sebagai bagian dari pembinaan kerohanian yang rutin dilaksanakan di balik tembok Lapas.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, yang turut mengikuti ibadah bersama, menyebut kegiatan ibadah bagi Warga Binaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian. “Melalui kegiatan kerohanian seperti ibadah Prapaskah ini, kami berharap Warga Binaan dapat semakin memperkuat iman, menumbuhkan kesadaran diri, serta memaknai setiap proses kehidupan lewat jalan Via Dolorosa atau jalan kesengsaraan sebagai kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Tersih.

Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menjelaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk membentuk karakter Warga Binaan agar memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. “Kegiatan ini bertujuan agar mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan rohani yang dapat menjadi bekal bagi mereka ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Merpaty.

Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro, terus memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian yang dilakukan di jajaran Pemasyarakatan wilayah Maluku.

“Kegiatan pembinaan keagamaan seperti di Lapas Wahai merupakan bagian penting dari proses Pemasyarakatan. Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran spiritual Warga Binaan sehingga mereka mampu memperbaiki diri dan kembali menjadi anggota masyarakat yang baik saat reintegrasi sosial,” harap Ricky.

Sementara itu, dalam Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Elcrhis Latuny, melalui pembacaan Alkitab pada Injil Lukas 22:56–62, yang mengangkat tema ‘”Petrus Menyangkal Yesus”, ia mengajak para Warga Binaan untuk belajar dari kisah Petrus yang sempat menyangkal Yesus, namun pada akhirnya menyadari kesalahannya dan bertobat.

“Perjalanan Via Dolorosa mengingatkan kita akan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan umat manusia. Kisah Petrus juga mengajarkan bahwa setiap manusia pernah jatuh dalam kesalahan, tetapi selalu ada kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri,” terang Elchris.

Melalui kegiatan ibadah Prapaskah bagi Warga Binaan Kristiani, Lapas Wahai terus berkomitmen untuk menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kemandirian melainkan holistik, di antaranya melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan moral bagi seluruh Warga Binaan.