Wahai,CahayaMediaTimur.com-Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai budayakan literasi sebagai sarana untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif selama menjalani masa pidana. Aktivitas yang berpusat di beranda Lapas pada Selasa (12/5) ini bertujuan meningkatkan wawasan sekaligus menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan.
Penyediaan fasilitas baca merupakan pembinaan kepribadian untuk menciptakan lingkungan yang produktif di Lapas. Melalui akses terhadap berbagai literatur, Warga Binaan diharapkan mengembangkan pola pikir dan motivasi untuk memperbaiki diri.
Staf pembinaan, Frans Tepal, menjelaskan antusiasme Warga Binaan dalam memanfaatkan pojok baca terus mengalami peningkatan. “Kami melihat membaca kini menjadi pilihan utama Warga Binaan untuk mengisi waktu luang mereka. Literasi bukan sekadar hobi, melainkan alat penting untuk mengubah pola pikir mereka agar lebih siap saat kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Lapas Wahai, La Joi, menegaskan ketersediaan buku-buku yang variatif sangat mendukung kelancaran program pembinaan di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. “Fasilitas ini kami sediakan untuk mendorong budaya literasi di lingkungan Lapas Wahai. Dengan membaca, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan hiburan yang sehat, tetapi juga pengetahuan bermanfaat sebagai bekal kepribadian mereka ke depan,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Wahai dalam mendorong kegiatan positif bagi Warga Binaan. “Budaya literasi di Lapas merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup Warga Binaan. Saya berharap kegiatan membaca ini terus dipertahankan agar Warga Binaan di Maluku memiliki bekal ilmu pengetahuan yang luas meskipun berada di balik jeruji besi,” harapnya.
Kegiatan yang berlangsung di beranda kantor ini diikuti oleh Warga Binaan dengan tertib di mana mereka dapat memilih berbagai bacaan yang tersedia untuk menunjang proses pembinaan.
