Piru,CahayaMediaTimur.com-Isu dugaan hubungan khusus antara salah satu Kepala Dinas dan bendaharanya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Sejumlah pegawai berharap Bupati SBB dapat segera mengambil langkah untuk menertibkan persoalan tersebut agar tidak mengganggu citra pemerintahan daerah.
Seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, isu tersebut mulai ramai diperbincangkan setelah kedekatan antara kepala dinas dan bendahara tersebut terlihat semakin terbuka di hadapan publik.
Menurut dia, awalnya cerita mengenai kedekatan keduanya hanya dianggap sebagai kabar biasa di kalangan pegawai. Namun dalam beberapa waktu terakhir, cerita tersebut berkembang menjadi perbincangan serius karena dianggap semakin terlihat jelas oleh banyak pihak.
Hal tersebut bahkan sempat menjadi topik pembicaraan sejumlah orang di salah satu rumah makan di Piru pada malam hari. Dua narasumber yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengaku telah lama menaruh kecurigaan terhadap hubungan antara kepala dinas tersebut dengan bendaharanya.
Salah satu sumber menjelaskan bahwa sejak kepala dinas tersebut memimpin di sebuah dinas yang disebut sebagai Dinas A, ia diduga mengusulkan seorang perempuan yang disebut sebagai orang dekatnya untuk menjabat sebagai bendahara di dinas tersebut.
Tidak lama kemudian, ketika kepala dinas itu dipindahkan ke Dinas B, bendahara tersebut kembali diusulkan untuk berpindah dan mengikuti kepala dinas tersebut ke dinas yang baru.
Bahkan ketika kepala dinas tersebut dipercaya untuk merangkap jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di Dinas C, bendahara yang sama kembali dipindahkan untuk mengikuti dan menjabat sebagai bendahara di dinas tersebut.
Menurut sumber tersebut, situasi itu membuat sejumlah pegawai menyebut bendahara tersebut sebagai “bendahara keliling”, karena selalu berpindah mengikuti kepala dinas yang sama di beberapa instansi.
Dalam perbincangan yang terjadi di rumah makan tersebut, sejumlah pengunjung bahkan saling berspekulasi mengenai kedekatan keduanya. Sebagian menduga hubungan itu lebih dari sekadar hubungan kerja, sementara yang lain menduga adanya kepentingan tertentu di balik kedekatan tersebut.
Keramaian pembicaraan itu sempat menarik perhatian seorang pengendara motor yang melintas di depan rumah makan dan kemudian ikut bergabung dalam percakapan tersebut. Pengendara tersebut ternyata merupakan salah satu pegawai dari Dinas B.
Saat mendengar pembicaraan mengenai kepala dinasnya, pegawai tersebut mengaku bahwa di internal kantor mereka juga sudah lama muncul kecurigaan mengenai kedekatan antara kepala dinas dan bendahara tersebut.
Ia menambahkan, keduanya juga kerap melakukan perjalanan dinas ke luar daerah secara bersama-sama sejak masih berada di Dinas A, kemudian di Dinas B, hingga kini di Dinas C. Kedekatan tersebut bahkan disebut sudah menjadi perhatian bukan hanya pegawai bawahan, tetapi juga beberapa kepala dinas lainnya di lingkungan Pemda SBB.
Meski demikian, sumber tersebut menyebut bahwa kepala dinas yang bersangkutan diduga telah mengetahui bahwa hubungan mereka menjadi perhatian banyak pihak. Namun yang bersangkutan disebut tetap bersikap biasa saja dan seolah tidak terpengaruh oleh berbagai pembicaraan yang berkembang di kalangan pegawai.
