Wahai,CahayaMediaTimur.com-Jaga kesucian Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gandeng Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai gelar razia gabungan penggeledahan kamar hunian Warga Binaan, Selasa (10/3) malam. Kegiatan yang berlangsung humanis itu difokuskan pada sterilisasi barang-barang terlarang guna pastikan keamanan dan ketertiban (kamtib), serta kekhusyukan Warga Binaan dalam menjalankan ibadah puasa.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa langkah sterilisasi ini merupakan bentuk upaya preventif dan kepedulian nyata akan makna ibadah puasa. Ia berharap lingkungan yang aman dan bersih dapat mendukung proses pertaubatan dan ibadah para penghuni.
”Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di dalam sini tidak terganggu oleh keberadaan barang-barang terlarang seperti narkoba, handphone atau benda tajam yang bisa memicu kegaduhan. Sterilisasi ini adalah bentuk kasih sayang kami agar mereka fokus beribadah,” ujar Tersih .
Kehadiran personel Polsek Wahai dalam agenda ini bukan sekadar untuk pengamanan, melainkan simbol sinergi antaraparat penegak hukum dalam menjaga kesucian bulan puasa di wilayah Wahai, sekaligus memastikan stabilitas kamtib di dalam tembok Lapas tetap terjaga selama aktivitas ibadah yang meningkat.
Selama proses berlangsung, para Warga Binaan kooperatif dan menyambut baik upaya tim razia, ini menunjukkan komitmen Warga Binaan untuk menjaga kedamaian selama bulan suci. Tidak ditemukan benda-benda mencolok yang mengancam keamanan, namun petugas berhasil menyita satu gembok besi berukuran kecil, barang tersebut telah didata dan akan dimusnahkan kemudian hari.
Pihak Polsek Wahai, Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Muhammad Reza Sabban, berharap dengan sterilisasi kamar hunian ini, para Warga Binaan dapat meraih nilai-nilai kemenangan di hari raya nanti dalam keadaan lingkungan yang bersih dan hati yang tenang.
”Sinergi ini bukan sekadar soal penegakan aturan, tetapi cara kita memastikan bahwa saudara-saudara kita di dalam Lapas tetap memiliki ruang yang sehat untuk beribadah. Kami ingin mereka merasa didukung untuk berubah, sehingga saat Idulfitri tiba nanti, mereka benar-benar merasakan kemenangan yang hakiki, baik secara spiritual maupun kedisiplinan,” tegas Reza.
Menanggapi aksi sinergi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan dukungan dan menegaskan bahwa kondusivitas di dalam Lapas selama bulan suci adalah cerminan dari keberhasilan pembinaan.
”Kami sangat mendukung langkah proaktif yang dilakukan Lapas Wahai bersama jajaran kepolisian. Bulan Ramadan adalah waktu bagi Warga Binaan untuk melakukan kontemplasi dan perbaikan diri. Oleh karena itu, memastikan lingkungan mereka bersih dari barang terlarang adalah bentuk pemenuhan hak mereka untuk beribadah dengan khusyuk dan aman,” ungkap Ricky.
Melalui langkah preventif dan humanis ini, Lapas Wahai membuktikan bahwa penegakan kedisiplinan dapat berjalan selaras dengan penghormatan terhadap nilai-nilai ibadah di bulan suci, sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 di antaranya memberantas narkoba dan segala modus penipuan di dalam Lapas.






