Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kurasi beragam kerajinan tangan karya Warga Binaan untuk ditampilkan di Lounge Layanan Imigrasi. Seleksi produk unggulan tersebut dilakukan di Beranda Mesra, Kamis (12/3), sebagai bagian dari dukungan terhadap program etalase karya Warga Binaan di layanan imigrasi.
Langkah ini merupakan tindak lanjut Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang mendorong Immigration Lounge menjadi ruang promosi produk hasil pembinaan. Produk terpilih dari Lapas Wahai nantinya akan dipamerkan di lounge Kantor Imigrasi Kelas I Ambon.
Kebijakan tersebut berangkat dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, agar karya Warga Binaan dapat ditampilkan di kantor imigrasi maupun lounge imigrasi di bandara internasional.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan bahwa jajaran Subseksi Pembinaan saat ini tengah mengurasi karya terbaik yang memiliki kualitas dan nilai estetika tinggi.
“Produk yang kami pilih harus memiliki nilai artistik sekaligus kualitas yang baik. Ini bukan sekadar pameran, tetapi kesempatan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa dari balik tembok Lapas Wahai, Warga Binaan mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi dan estetik. Kami berharap hal ini juga dapat membantu mengikis stigma negatif terhadap Warga Binaan,” ujarnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, menambahkan bahwa sejumlah produk unggulan yang disiapkan antara lain miniatur kapal pinisi eksklusif, pebble art, serta kerajinan anyaman tas.
“Produk-produk ini sebelumnya telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat, pemerintah daerah, hingga jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan,” jelas Merpaty.
Dukungan juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk integrasi layanan di lingkungan Kemenimipas.
“Kami mendorong seluruh jajaran Pemasyarakatan, termasuk Lapas Wahai, untuk mendukung kemajuan layanan di Imigrasi melalui produk unggulan Warga Binaan. Ini adalah wujud sinergi tanpa sekat. Lounge Imigrasi tidak hanya menghadirkan layanan administratif, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai keberhasilan program pembinaan di Lapas,” ungkapnya.
Dengan hadirnya gerai produk Warga Binaan di Lounge Layanan Imigrasi Ambon, jangkauan pasar karya Warga Binaan Lapas Wahai diharapkan semakin luas, bahkan menjangkau pasar internasional. Selain berpotensi meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), hasil penjualan juga dapat menjadi premi sebagai bekal ekonomi bagi Warga Binaan saat kembali ke masyarakat.




