Langgur,CahayaMediaTimur.com-Menjaga stabilitas keamanan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tidak melulu soal jeruji besi dan pengawasan ketat. Memahami hal tersebut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku secara rutin menggelar kegiatan dialog interaktif bertajuk “Mendengar dengan Empati” bersama para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (6/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di balai kei Lapas Tual ini bertujuan untuk memastikan kondisi Lapas tetap kondusif sekaligus menyerap aspirasi serta keluhan para penghuni secara langsung.
Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, Kalapas Tual menekankan bahwa kunci utama ketertiban adalah komunikasi yang sehat. Beliau duduk bersama para warga binaan tanpa sekat, mendengarkan curhatan mulai dari fasilitas layanan, kualitas konsumsi, hingga proses pembinaan kepribadian.
“Kami ingin memastikan bahwa hak-hak mereka terpenuhi. Dengan mendengar langsung, kita bisa memetakan potensi masalah sebelum menjadi gangguan keamanan. Empati adalah senjata terbaik kami dalam membina,” ujar Kalapas Tual, Nurchalis Nur.
Respons para warga binaan sangat positif. Mereka merasa lebih dihargai sebagai manusia yang sedang berproses memperbaiki diri. Pendekatan ini terbukti efektif menurunkan tingkat stres di dalam Lapas, yang merupakan pemicu utama kericuhan.
Dengan komitmen “Mendengar dengan Empati”, Lapas Tual membuktikan bahwa pembinaan yang memanusiakan manusia adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan jauh dari konflik.





