Langgur,CahayaMediaTimur.com-Di balik jeruji besi bukan berarti kreativitas dan produktivitas terhenti. Hal ini dibuktikan oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku yang kembali memulai program pembibitan sayuran selada secara intensif pada Sabtu (14/03/2026).
Program ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan bagian dari program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk memberikan keahlian praktis sekaligus nilai ekonomi bagi para penghuni Lapas.
Dengan memanfaatkan lahan kosong di area lingkungan Lapas, para warga binaan tampak antusias menyemai bibit-bibit selada unggul. Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, pemilihan selada didasarkan pada: Tingginya kebutuhan pasar lokal di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara serta harganya yang tinggi, Memungkinkan perputaran modal dan hasil yang lebih efektif, Melatih kedisiplinan dan ketelatenan para warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyatakan bahwa hasil panen dari pembibitan ini nantinya akan dipasarkan kepada masyarakat umum maupun pemasok sayuran lokal. Keuntungan yang didapat (atau sering disebut “cuan” oleh para warga binaan) akan dikelola sebagai Premi (Upah) bagi WBP yang bekerja serta masuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kami ingin mereka keluar dari sini bukan hanya membawa penyesalan, tapi membawa skill bertani modern yang bisa langsung dipraktikkan untuk mencari nafkah halal,” ujar Nurchalis.
Selain faktor ekonomi, kegiatan ini terbukti menjadi terapi positif bagi kesehatan mental warga binaan. Interaksi dengan tanaman hijau diakui mampu menurunkan tingkat stres dan memberikan rasa bangga saat melihat benih yang mereka tanam tumbuh subur.
