Ambon, CahayaMediaTimur.com – Komisi III DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi bersama mitra, terkait persiapan pelayanan mudik selama Natal dan Tahun Baru 2026, yang berlangsung di ruang Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Rabu (17/12/2025).
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Maluku Alhidayat Wajo menekankan tentang target utama semua pihak adalah, memastikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat yang sedang menunggu di pelabuhan, untuk melakukan perjalanan mudik.
”Sudah siap, target kita hanya itu, agar pelayanan terhadap masyarakat yang menunggu di pelabuhan bisa menikmati fasilitas dengan baik,” ujar Wajo
Ia menambahkan, Komisi III telah memberikan peringatan sejak awal, bahkan saat rapat tanggal 1 Desmber, mengingat setelah mudik Natal-Tahun Baru, hanya sekitar 1,5 bulan lagi akan memasuki musim mudik Lebaran.
”Kami sudah wanti-wanti dari awal, Komisi III sudah tegas, agar persiapan lebih baik lagi dari hari ini dan mulai dari awal,” jelas Ketua Komisi.
Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon, Zahlan menjelaskan, bahwa Pelindo Ambon telah melakukan koordinasi lintas instansi, untuk mematangkan infrastruktur pendukung, terutama terkait data penumpang dan kondisi di lapangan.
Zahlan secara jujur mengakui, adanya sedikit pengurangan area parkir maupun ruangan di terminal penumpang.
”Ini disebabkan karena sedang berlangsung renovasi besar-besaran, dan pembangunan terminal penumpang baru di lahan yang sebelumnya kosong,” katanya.
Meskipun volume penumpang mulai menunjukkan peningkatan menjelang mudik puncak, Zahlan mengaku, fasilitas saat ini sedikit berkurang dibanding tahun sebelumnya akibat pekerjaan renovasi tersebut, yang tentu menimbulkan gangguan dan rasa tidak nyaman bagi calon penumpang.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, maka pihak Pelindo Ambon telah menyiapkan beberapa langkah. Pertama, daerah di luar terminal telah dipersiapkan dengan tenda, sebagai tempat berteduh dan beristirahat bagi penumpang.
”Kita akui, bahwa tenda ini masih kurang, jadi nanti akan menambah sesuai dengan daerah yang masih memungkinkan,” pungkas Zahlan
Kedua, akibat renovasi yang membuat beberapa toilet tidak layak digunakan, pihaknya sedang memasang toilet portable, meskipun saat ini teknisi masih dalam proses pemasangan.
Lanjut Zahlan, sebagai alternatif sementara, penumpang diarahkan untuk menggunakan toilet di Mushola dan toilet di kantor beacukai, yang ada di sekitar pelabuhan.
Zahlan juga menjelaskan aturan operasional terminal yang berlaku, yakni ruang tunggu terminal hanya dibuka kurang lebih 2 jam, sebelum kapal sandar untuk dilakukan proses pengecekan tiket.
”Karena itu, banyak penumpang transit yang tidak mau keluar dari pelabuhan, dan menunggu hingga 6 jam atau 8 jam untuk kapal berikutnya. Mereka biasanya mengambil tempat di pelataran terminal untuk beristirahat, yang tentunya tidak se nyaman di rumah karena kondisi terminal yang sedang direnovasi,” jelasnya
Selain fasilitas, Zahlan juga mengimbau masyarakat, untuk menjaga ketertiban di area pelabuhan. Ia meminta agar pengantar dan penjemput penumpang dibatasi dan tidak terlalu masuk ke dalam area pelabuhan, karena akan menambah kepadatan.
Selain itu, pedagang yang berjualan di sekitar pelabuhan, diharapkan untuk menggunakan tempat yang sudah ditentukan.
”Jangan terlalu banyak mengambil tempat di area akses, karena itu akan membuat pelabuhan semakin padat dan mengurangi efektivitas layanan. Daerah akses harus diprioritaskan untuk penumpang yang ingin berpergian,” tegas Zahlan.
Lebih lanjut tambahny, renovasi paket pertama di Pelabuhan Ambon diharapkan selesai pada akhir tahun depan, dan penyempurnaan selanjutnya, termasuk pengaturan garbarata dan aksesoris lainnya, akan terus berlanjut.
”Sebagai BUMN, Pelindo Ambon berupaya memanusiakan semua penumpang tanpa diskriminasi, tidak ada perbedaan perlakuan bagi siapapun. Target kita adalah, membuat pelabuhan Ambon setara dengan bandara, sambil juga memberi edukasi kepada masyarakat, untuk membatasi diri dalam memasuki area pelabuhan,” tutupnya.




