Ambon,CahayaMediaTimur.com-Pemetaan kompetensi dan potensi pegawai menjadi langkah penting dalam membangun sumber daya manusia yang profesional dan sesuai kebutuhan organisasi. Untuk mendukung hal tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Sarwono, berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Badan Kepegawaian Negara (UPT BKN) Ambon, Selasa (27/10).
Koordinasi yang diterima langsung oleh Kepala UPT BKN Ambon, Sulbahri, tersebut berfokus pada kesiapan pelaksanaan Uji Kompetensi dalam rangka Program Kebijakan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) Tahap 2. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 10.00 WIT di UPT BKN Ambon, dengan melibatkan pegawai dari berbagai satuan kerja pemasyarakatan di Maluku.
Persiapan diarahkan pada pemenuhan persyaratan administrasi, kesiapan peserta, serta pemutakhiran data kepegawaian melalui aplikasi MYASN. Langkah ini diperlukan agar proses profiling dapat berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan data yang dapat mendukung pemetaan kompetensi serta potensi pegawai secara lebih terarah.
Sebanyak 29 pegawai tercantum dalam daftar peserta yang berasal dari Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Lapas Perempuan di wilayah Maluku. Keikutsertaan lintas satuan kerja ini menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran kapasitas aparatur untuk mendukung kebutuhan organisasi dan pengembangan karier berbasis kompetensi.
Mewakili Kepala Kantor, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, menekankan bahwa profiling ASN perlu dipandang sebagai instrumen untuk mengenali potensi pegawai dan mengarahkan pengembangan sumber daya manusia secara lebih tepat.
“Yang perlu kita pastikan bukan hanya pegawai mengikuti uji kompetensi, tetapi juga bagaimana hasilnya nanti dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kapasitas dan penempatan pegawai. Dengan pemetaan yang lebih terukur, organisasi dapat mengenali potensi SDM dan mengembangkannya sesuai kebutuhan pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” ujar Sarwono.
Senada dengan hal tersebut, Stat Bidang SDM Kanwil Ditjenpas Maluku, Marchen Renaldi Latuihamallo, menyoroti pentingnya kesiapan data dan partisipasi peserta dalam mendukung efektivitas program profiling.
“Data kepegawaian yang mutakhir dan hasil profiling yang akurat sangat penting bagi pengelolaan SDM. Melalui ProASN, kita berharap potensi dan kompetensi setiap pegawai dapat terpetakan dengan lebih baik, sehingga pengembangan kompetensi, perencanaan karier, dan kebutuhan organisasi dapat diselaraskan secara lebih objektif,” ungkap Marchen.
Hasil profiling diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam mendukung penerapan manajemen talenta, terutama untuk mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, menentukan kebutuhan pengembangan pegawai, dan memperkuat perencanaan SDM. Dengan demikian, pengelolaan aparatur tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan administrasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kualitas kinerja.
Bagi jajaran pemasyarakatan Maluku, penguatan manajemen SDM menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pegawai memiliki kompetensi yang sesuai dengan tanggung jawabnya. Pemetaan yang terarah diharapkan dapat mendukung peningkatan profesionalisme aparatur, kualitas pelayanan publik, serta pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan yang semakin efektif.






