Langkah Nyata Wujudkan Permasyarakatan Bersih Narkoba, Lapas Wahai Tes Urine Warga Binaan Jelang Bebas

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Langkah nyata mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba kembali dibuktikan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dengan melakukan tes urine. Jelang detik-detik menghirup udara bebas, salah satu Warga Binaan, LU, jalani tes urine sebagai bentuk tindakan keras jajaran Lapas Wahai perang melawan narkoba, Senin (10/8).

 

Langkah ini pastikan bahwa mereka yang keluar benar-benar bersih dan siap kembali ke tengah masyarakat tanpa membawa stigma negatif tentang perikehidupan buruk dalam Lapas.

 

Petugas Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady, yang mengawal jalannya pemeriksaan, memastikan seluruh proses berjalan transparan sesuai prosedur.

 

“Pemeriksaan ini adalah benteng pertahanan terakhir kita. Kami ingin memastikan Warga Binaan yang keluar dari balik jeruji benar-benar steril dan siap memulai lembaran baru yang bersih di mata masyarakat,” ujar Fajar.

 

Kegiatan langsung diawasi secara ketat oleh Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, yang tegaskan bahwa prosedur wajib ini merupakan komitmen moral institusinya terhadap masa depan Warga Binaan.

 

“Kami tidak ingin kebebasan yang mereka peroleh justru ternoda kembali oleh masalah narkoba. Tes ini adalah bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat dan negara,” ungkap La Joi.

 

Bagi LU, Warga Binaan yang akhirnya dinyatakan bebas, momen tes urine ini justru jadi kado penutup yang melegakan. Meski sempat berdebar, ia merasa bersyukur bisa melalui tahapan tersebut dengan hasil negatif.

 

“Rasanya campur aduk, tapi saya lega bisa membuktikan diri bersih sebelum melangkah keluar gerbang. Ini awal yang baik untuk kembali berkumpul dengan keluarga,” tutur LU.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan penegasan tegas terkait komitmen lembaganya. Ia menyatakan bahwa tes urine jelang bebas bukan sekadar formalitas administratif, melainkan harga mati.

 

“Lapas Wahai berkomitmen penuh mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang pemberantasan narkoba. Siapa pun yang akan bebas wajib melewati prosedur ini tanpa pengecualian. Mulai dari awal masuk, menjalani pidana, hingga sebelum bebas, kami lakukan pemeriksaan lewat program Warna Benar atau Warga Binaan Bersih Narkoba,” tegasnya.

 

Kebijakan tegas dan terukur di Lapas Wahai ini dapat apresiasi penuh dari pimpinan tertinggi di wilayah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memuji langkah proaktif yang diambil jajarannya di daerah.

 

“Apa yang dilakukan Lapas Wahai adalah standar yang harus ditiru. Pemasyarakatan harus hadir sebagai tempat penyembuhan dan pembinaan yang nyata, bukan tempat perkembangbiakan masalah baru. Bersih dari narkoba adalah harga mutlak,” pungkas Ricky.

 

Langkah tegas yang diambil Lapas Wahai ini menjadi bukti nyata bahwa proses reintegrasi sosial tidak boleh setengah-setengah. Dengan memastikan setiap Warga Binaan melangkah keluar gerbang dalam kondisi bersih dari narkoba, pembinaan yang telah diberikan selama di dalam Lapas menemukan esensi tertingginya yakni mengembalikan manusia seutuhnya kepada keluarga dan masyarakat dengan masa depan yang jauh lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.