Lapas Piru Konsisten Produksi Bakery Berkualitas, Warga Binaan Hasilkan Produk UMKM Bernilai Ekonomi

oleh -0 views

Piru,CahayaMediaTimur.com-Di sebuah dapur sederhana di dalam Lapas Piru, aroma roti hangat kembali menyebar sejak pagi hari, Kamis (22/01). Sejumlah Warga Binaan tampak sibuk menakar adonan, mengoles loyang, dan mengawasi oven yang terus bekerja. Bukan sekadar aktivitas rutin, hari itu mereka menargetkan produksi 80 roti aneka rasa sebagai bukti bahwa proses pembinaan benar-benar memberi makna.

Bagi mereka, setiap adonan bukan hanya campuran tepung dan ragi, tetapi juga harapan baru. Harapan untuk belajar, berubah, dan kelak kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat. Di bawah bimbingan petugas, unit usaha bakery Lapas Piru terus berkembang, menghasilkan produk yang kini tak hanya dinikmati di dalam lapas, tetapi juga dipesan oleh masyarakat luar.

Kepala Subseksi Kegiata Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa produksi kali ini difokuskan pada roti cokelat dan sosis. “Roti cokelat dan sosis ini kami siapkan untuk memenuhi kebutuhan Koperasi Inkopasindo Lapas Piru serta pesanan dari masyarakat luar. Ini membuktikan bahwa hasil karya Warga Binaan memiliki kualitas dan daya saing,” tuturnya.

Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen besar lembaga pemasyarakatan dalam memberdayakan Warga Binaan. “Kami terus mendorong pemberdayaan Warga Binaan melalui program kemandirian yang produktif. Ini adalah dukungan nyata terhadap 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya dalam pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi dan UMKM, sekaligus membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ujar Hery.

Di balik aktivitas itu, tersimpan proses panjang pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang konsisten. Setiap Warga Binaan diajak untuk tidak hanya bekerja, tetapi juga memahami nilai tanggung jawab, kerja sama, dan semangat kewirausahaan.

Bagi Warga Binaan, produksi roti bukan sekadar menghasilkan barang, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri. Setiap roti yang keluar dari oven menjadi simbol bahwa mereka masih memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkontribusi. Lapas Piru pun terus melangkah, membuktikan bahwa pembinaan bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga tentang membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.