Lapas Saparua Gelar Perayaan Natal, Hadirkan Damai Sejahtera

oleh -0 views

Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua menyelenggarakan Perayaan Natal Bersama di Lapangan Olahraga Lapas Saparua dengan mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera bagi Sesama” yang terinspirasi dari Yesaya 9 : 1–6 dan Lukas 2 : 1–7. Perayaan ini berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan, sukacita, dan kebersamaan seluruh unsur yang hadir, Senin, 22/12.

Perayaan Natal tersebut dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot, Pendeta L. Kayadoe, Kepala Negeri Saparua J. Titaley, Bhabinkamtibmas Saparua Aipda Pariama, Pengurus Aglow Chapter Saparua Elsyu Ramskie, jajaran pimpinan dan staf beserta keluarga, purna bakti pegawai Lapas saparua, jemaat Gereja Lapas Saparua, Peserta Magang Kementerian Ketenagakerjaan Batch II Tahun 2025, serta Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Saparua.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah Natal yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Puji-pujian dibawakan secara bergantian oleh pegawai, warga binaan, dan peserta magang, mencerminkan kebersamaan serta semangat iman yang tumbuh di lingkungan Lapas Kelas III Saparua.
Perayaan Natal juga diwarnai dengan penampilan dan spontanitas yang dibawakan oleh warga binaan. Melalui penghayatan sederhana namun sarat makna, warga binaan menyampaikan pesan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan kedua dalam kehidupan. Pesan tersebut menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, sekalipun pernah jatuh dalam dosa, serta memberikan pengharapan dan semangat baru bagi warga binaan untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam refleksi Natalnya, Pendeta L. Kayadoe membacakan firman Tuhan dari Lukas 2 : 8–20 dan menekankan bahwa kabar kelahiran Yesus pertama kali disampaikan kepada orang-orang sederhana di tempat mereka bekerja.

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat. Peristiwa Natal ini disampaikan, walaupun hiruk pikuk persiapan terjadi di surga dalam bayangan kita, namun pemberitahuan Natal itu disampaikan kepada para gembala di tempat mereka bekerja, di tempat yang sangat sederhana, bukan di istana dan bukan di tempat yang nyaman. Tempat yang kotor, penuh dengan hewan ternak gembalaan, dan di sanalah kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui kelahiran Yesus,” Ucapnya.

Kepala Lapas Kelas III Saparua Pramuaji Buamonabot dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal di Lapas Saparua juga menjadi cerminan nyata toleransi antarumat beragama yang terbangun dalam suasana kerja pemasyarakatan.

“Perayaan Natal di Lapas Saparua ini juga mencerminkan toleransi antarumat beragama yang terjalin di dalam suasana kerja, yang tercermin dalam susunan kepanitiaan perayaan Natal ini juga melibatkan pegawai yang beragama Islam yang bersama-sama ikut memeriahkan perayaan Natal di Lapas Kelas III Saparua. Sebagai pimpinan Lapas Saparua saya sangat bangga melihat semangat ibadah dan kedamaian yang tercipta di Lapas Saparua selama perayaan Natal ini. Kedisiplinan dan rasa toleransi yang ditunjukkan oleh seluruh saudara warga binaan menjadikan Natal ini sebagai Natal terindah bagi institusi ini,” Ungkapnya.

Perayaan Natal Bersama Lapas Kelas III Saparua kemudian ditutup dengan pembagian kado Natal kepada Warga Binaan Pemasyarakatan, dilanjutkan dengan makan bersama serta foto bersama seluruh tamu undangan, pegawai, dan warga binaan dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan.