Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus berkomitmen melakukan transformasi bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tidak hanya fokus pada pembinaan kemandirian dan keterampilan fisik, Lapas Tual kini semakin memperkuat sisi batiniah melalui program bimbingan rohani berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Kemenag Malra, Selasa (20/1/2026).
Langkah strategis ini diwujudkan melalui kerja sama yang erat dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Program ini dirancang untuk memastikan setiap warga binaan mendapatkan pendampingan spiritual yang intensif sebagai bekal utama sebelum kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menyatakan bahwa pembinaan mental spiritual merupakan fondasi utama dalam proses rehabilitasi. Tanpa kekuatan mental yang sehat dan pemahaman spiritual yang baik, perubahan perilaku akan sulit bersifat permanen.
“Kami percaya bahwa perubahan yang sejati dimulai dari dalam hati. Dengan bimbingan rohani yang rutin dan terstruktur bersama Kemenag Malra, kami ingin warga binaan tidak hanya keluar sebagai individu yang terampil, tetapi juga individu yang memiliki integritas dan kedamaian spiritual,” ungkap Nurchalis.
Pihak Kemenag Malra secara konsisten mengirimkan penyuluh agama terbaiknya untuk hadir di tengah-tengah warga binaan. Sinergi ini diharapkan mampu menghapus stigma negatif dan membantu para binaan menemukan tujuan hidup yang lebih bermakna.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, berharap melalui bimbingan berkelanjutan ini, suasana di dalam Lapas Tual menjadi lebih tenang dan kondusif. Warga binaan diajak untuk merefleksikan kesalahan masa lalu dan membangun tekad untuk menjadi “manusia baru” yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan.
