Lapas Tual Panen Cuan: Selada Hidroponik Warga Binaan Jadi Primadona Masyarakat

oleh -0 views

Langgur,CahayaMediaTimur.com-Pemandangan berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Selasa (17/3/2026). Tak sekadar menjalani masa tahanan, para warga binaan kini sibuk mengelola “kebun hijau” di dalam jeruji. Hasilnya luar biasa; selada hidroponik kualitas premium hasil keringat mereka kini menjadi incaran masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual.

 

Program kemandirian yang digalakkan Lapas Tual ini membuahkan hasil manis. Selada yang ditanam menggunakan sistem hidroponik ini dikenal memiliki tekstur yang lebih renyah, warna hijau segar yang pekat, dan tentunya bebas pestisida.

 

“Kami tidak menyangka respon masyarakat begitu besar. Begitu masuk masa panen, pesanan langsung mengalir dari warga sekitar bahkan pemilik usaha kuliner lokal,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur.

 

Beberapa alasan mengapa produk ini menjadi primadona di pasar lokal antara lain: Dipanen langsung saat konsumen datang atau sesaat sebelum diantar, Menggunakan media air nutrisi yang terjaga kebersihannya dibandingkan media tanah konvensional, Masyarakat merasa senang bisa berkontribusi dalam proses rehabilitasi warga binaan dengan membeli produk karya mereka.

 

Bagi para warga binaan, aktivitas ini bukan sekadar mengisi waktu. Ini adalah bekal berharga untuk kembali ke masyarakat nanti. Mereka mempelajari teknik dari hulu ke hilir mulai dari penyemaian benih, perawatan nutrisi, hingga teknik pemasaran.

 

Keberhasilan panen selada ini membuktikan bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk tetap produktif dan menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

 

Saat ini, Lapas Tual berencana untuk memperluas instalasi hidroponik guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, sekaligus menambah kuota warga binaan yang ingin belajar bertani modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.