Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Kamis (12/3/2026) terus membuktikan bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi kreativitas. Memanfaatkan potensi pangan lokal Maluku Tenggara, para warga binaan kini sukses mengolah embal bahan baku singkong beracun yang telah dinetralkan menjadi aneka kue kering bernilai ekonomi tinggi.
Jika biasanya embal hanya disajikan dalam bentuk tradisional (embal lempeng), tangan-tangan terampil warga binaan di bengkel kerja Lapas Tual berhasil melakukan diversifikasi produk. Inovasi ini mengubah citra embal yang kaku menjadi kue kering yang renyah dengan berbagai varian rasa, seperti cokelat, keju, dan kacang.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur menjelaskan bahwa seluruh proses produksi diawasi ketat untuk memastikan kebersihan dan standar rasa. Para warga binaan mendapatkan pelatihan khusus mulai dari teknik pengolahan tepung embal, pencampuran adonan, hingga proses pemanggangan dengan suhu yang presisi.
“Kami ingin warga binaan memiliki ‘bekal’ yang nyata. Dengan mengolah embal menjadi kue kering, mereka belajar bahwa bahan yang sederhana bisa punya nilai jual tinggi jika disentuh dengan kreativitas,” ujar Nurchalis.
Produk kue kering embal karya warga binaan ini mulai akan dipasarkan secara terbatas dan akan dipamerkan dalam ajang-ajang produk unggulan warga binaan. Langkah ini diharapkan mampu mengubah stigma masyarakat dan menunjukkan bahwa Lapas adalah tempat pembinaan yang produktif.





