Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai optimalkan program pembinaan kemandirian melalui pembibitan tanaman tomat dan pemeliharaan selada hidroponik yang telah memasuki tahap pra-panen, Kamis (16/7). Kegiatan yang libatkan Warga Binaan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 di bidang kemandirian pangan.
Melalui Subseksi Pembinaan, Lapas Wahai memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mengembangkan budidaya sayuran sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan di bidang agribisnis. Mereka mendapat pelatihan mulai dari pemilihan benih unggul, penyemaian, hingga teknik perawatan tanaman, termasuk pengelolaan nutrisi dan hidrasi.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan program tersebut menjadi sarana membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
“Kami ingin memastikan bahwa waktu yang dihabiskan Warga Binaan di sini diisi dengan hal-hal yang bernilai guna. Budidaya tomat dan selada ini bukan hanya tentang memproduksi makanan, tetapi tentang mentransfer ilmu urban farming yang bisa mereka manfaatkan saat bebas nanti,” ujarnya.
Pada budidaya tomat, proses pembibitan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan untuk memastikan bibit tumbuh optimal sebelum dipindahkan ke media tanam. Sementara itu, tanaman selada hidroponik yang mendekati masa panen mendapat perawatan intensif, termasuk pemantauan pH air dan nutrisi agar menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan hasil panen selada akan dipasarkan ke masyarakat sekitar.
“Kami menargetkan pemasaran ke warung-warung setempat karena selada memiliki prospek yang baik. Selain digunakan sebagai sayuran, tampilannya yang segar juga banyak dimanfaatkan sebagai pelengkap berbagai hidangan,” ungkap La Joi.
Program pembibitan tomat dan budidaya selada hidroponik menjadi bagian dari upaya Lapas Wahai kembangkan pembinaan yang produktif sekaligus dukung kemandirian pangan.
