Langgur,CahayaMediaTimur.com-Suasana khidmat menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual saat puluhan warga binaan yang beragama Katolik mengikuti prosesi ibadah Jalan Salib. Kegiatan yang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini menjadi momentum refleksi diri bagi warga binaan dalam memaknai sengsara dan pengorbanan Yesus Kristus, Jumat (27/02).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menekankan bahwa pembinaan kerohanian adalah pilar utama dalam proses reintegrasi sosial. “Kami ingin memastikan bahwa meskipun mereka sedang menjalani masa pidana, hak-hak untuk beribadah dan mendapatkan bimbingan spiritual tetap terpenuhi dengan baik. Ibadah Jalan Salib ini adalah bentuk nyata transformasi diri agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Binadik dan Giatja (Kasi Binadik), Keneth Huwae, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kalender pembinaan rutin yang diintensifkan menjelang hari besar keagamaan. “Antusiasme warga binaan sangat tinggi. Melalui narasi tiap perhentian Jalan Salib, mereka diajak untuk meneladani kesabaran Kristus dan berani meninggalkan masa lalu yang kelam untuk menuju kebangkitan hidup yang baru,” jelasnya.
Penyuluh Agama Katolik dari Kemenag Malra, Patriks Kia yang memandu jalannya prosesi, menambahkan bahwa pendampingan spiritual di dalam Lapas memiliki tantangan tersendiri namun memberikan dampak yang mendalam. “Jalan Salib bukan sekadar seremoni, tapi cara kita menyatukan derita pribadi dengan derita Kristus. Kami berharap bimbingan ini mampu memberikan kedamaian batin dan mempertebal iman warga binaan di tengah keterbatasan mereka,” tuturnya.
Ibadah yang berlangsung dengan penuh haru ini diharapkan mampu memberikan energi positif bagi seluruh warga binaan untuk menjalani sisa masa pembinaan dengan penuh ketaatan dan harapan.






